BANJARMASIN, LOGIKABERITA.COM – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, HM Syaripuddin mengingatkan Pemerintah Daerah agar tidak terlambat mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan dapat memicu kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan, hingga gangguan produksi pertanian.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah mitigasi sejak dini agar dampak kemarau tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

“Antisipasi harus dilakukan dari sekarang. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah masyarakat mengalami kesulitan air bersih atau kebakaran lahan mulai meluas,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini, yang akrab di sapa Bang Dhin, Jum’at (6/3/26).
Dikatakannya lebih jauh, Pemerintah daerah dapat memetakan wilayah rawan kekeringan dan karhutla di seluruh Kabupaten/Kota. Pemetaan tersebut penting sebagai dasar penyusunan kebijakan dan langkah mitigasi yang lebih terarah baik dengan kesiapan infrastruktur dan distribusi air bersih bagi masyarakat.
“Kemarau bukan hanya soal cuaca, tetapi juga menyangkut ketahanan air, ketahanan pangan, dan perlindungan masyarakat. Karena itu langkah antisipatif harus lebih cepat sebelum dampak kemarau dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Langkah kebijakan dengan peningkatan kewasapaan sejak dini dapat dilakukan dengan koordinasi lintas sektoral dan inventarisasi kebutuhan teknis di lapangan. (rhm)
Komentar