Serapan Anggaran Masih 30 Persen, Advokat Kotabaru Buka Suara

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 21:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Masih rendahnya serapan APBD 2025 Kabupaten Kotabaru, yaitu masih kurang 30 persen padahal sudah memasuki bulan September, yang artinya belanja atau melaksanakan pembangunan masanya hanya tinggal 2-3 bulan saja.

Hal tersebut menjadi perhatian, salah satunya datang dari Advokat senior yang juga merupakan pengamat sosial di Kabupaten Kotabaru yakni, Noor Ipansyah, SH, MH.

Menurutnya, angka serapan dibawah 30 persen tersebut memang sangat memprihatinkan, karena hal itu menunjukkan kinerja pemerintah daerahnya yang sangat rendah.

“Dalam hal ini yang dirugikan tentunya masyarakat, yang seharusnya mendapat bangunan dari dana publik APBD, nyatanya tidak ada pembangunan sesuai yang di rencanakan,” tuturnya kepada logikaberita.com, Rabu (10/9/25).

Baca Juga :  LUAR BIASA !!! Kapolres Langsung Antarkan Pendemo Ke Gedung DPRD

Dikatakannya lebih jauh, kalau terjadi keadaan seperti sekarang seharusnya DPRD harus melakukan pengawasan melekat sesuai dengan tugas fungsinya melakukan pengawasan pelaksanaan APBD. Kenapa sampai serapan anggarannya sangat rendah dan mesti harus dicari penyebabnya. Kemudian, bersama-sama dengan Bupati mengambil kebijakan agar serapan APBD dapat di maksimalkan.

“Bupati dalam hal ini selaku kepala daerah harus pro aktif ketika melihat serapan hanya kurang 30 persen karena angka serapan demikian di akhir tahun merupakan indikator kinerja yang sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua MT Al Hayaa Muslimah : Abah Guru Sekumpul Luar Biasa

Menjadi harapannya, Bupati juga semestinya turun tangan langsung menepis isu-isu di masyarakat bahwa penyebab serapan rendah ada yang mengatakan karena adanya oknum-oknum yang memonopoli pengaturan siapa yang mengerjakan proyek, bahkan harus ada klarifikasi juga bahwa isu-isu yang mengatakan ada fee yang diminta oleh oknum tertentu. Sehingga asumsi-asumsi tersebut tidak menjadi liar yang malah menambah turunnya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

“Intinya, Bupati dan DPRD Kotabaru harus segera menyikapi kondisi yang memprihatinkan ini, kalau ingin pembangunan di Kotabaru lebih baik untuk kemajuan bersama,” pungkasnya. (rhm)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DAD Kotabaru : Kami Bangga Bupati Apresiasi Budaya Dayak
Pustu Padang Panjang Dilalap Api Tengah Malam, Polisi Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa
Waspada Hoax “Teror Pocong Bersajam”, Polres Tabalong Pastikan Informasi Tidak Benar
Produktivitas Jagung Meningkat, Petani Kasiau Raya Gelar Panen Kuartal II Sebagai Wujud Komitmen Ketahanan Pangan Nasional
Masyarakat Diimbau Waspada, UDD PMI Tanah Laut Tegas Berantas Pungli Darah
Pasca Unjuk Rasa Solar Subsidi Nelayan, Pemkab Tanah Laut Klarifikasi Hasil Evaluasi Penyaluran BBM di Kuala Tambangan
Dipenghujung Masa Jabatan Kepemimpinan H Syahrian Nurdin, PMI Tanah Laut Wujudkan Warisan Kemanusiaan
Wujud Kepedulian Sosial, Minamas Plantation Distribusikan 34 Sapi Qurban Di Wilayah Operasional
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:35 WITA

Ketua DAD Kotabaru : Kami Bangga Bupati Apresiasi Budaya Dayak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:55 WITA

Pustu Padang Panjang Dilalap Api Tengah Malam, Polisi Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:12 WITA

Waspada Hoax “Teror Pocong Bersajam”, Polres Tabalong Pastikan Informasi Tidak Benar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:00 WITA

Produktivitas Jagung Meningkat, Petani Kasiau Raya Gelar Panen Kuartal II Sebagai Wujud Komitmen Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:42 WITA

Masyarakat Diimbau Waspada, UDD PMI Tanah Laut Tegas Berantas Pungli Darah

Berita Terbaru