Gede Ruma Kaget Diberikan Tali Asih Atas Lahan Yang Ditinggalkannya Begitu Saja

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALI, LOGIKABERITA.COM – Tak terpikir dan tak pernah terbayang sebelumnya, setelah sekian puluh tahun lamanya, Gede Ruma yang merupakan salah seorang warga asli Provinsi Bali dan pernah menjadi warga transmigrasi Bekambit sekitar tahun 1988. Tiba-tiba pada tahun 2022 lalu ada perwakilan perusahaan dari Kabupaten Kotabaru mendatangi dirinya serta menyerahkan tali asih berupa uang atas lahan yang pernah ia garap puluhan tahun silam.

Sekedar diketahui, kawasan eks transmigrasi yang sebelumnya di peruntukkan bagi masyarakat trans di Desa Bekambit Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Kini, sebagian areanya masuk kedalam wilayah kerja salah satu perusahaan pertambangan.

Saat di jumpai secara langsung di kediamannya di Desa Tunjung, Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng, Bali, pada awal akhir Februari kemarin, sedikit ia menceritakan selama menjadi warga transmigrasi Bekambit Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Baca Juga :  Lahan Transmigrasi Bekambit Kurang Produktif, Warga Bali Memilih Kembali Ke Kampung Halaman

Sejak tahun 1988 hingga 1992, ia sempat berpindah tempat ke Desa Megasari kurang lebih selama 3 tahun sebelum akhirnya di tahun itu memutuskan kembali ke Bali, karena menurutnya sudah tidak bisa bertahan lagi dengan hanya sedikit penghasilan.

“Selama di Bekambit saya menanam ubi kayu dan padi namun tidak berhasil, hingga memutuskan untuk mencari pekerjaan lain menjadi buruh pada perkebunan kelapa sawit. Bahkan, sempat juga kalau tidak salah ingat pada tahun 1993 menjadi pengayuh becak untuk bertahan hidup,” ungkap Gede Ruma.

Berdasarkan informasinya, Gede Ruma sebelum menjadi warga transmigrasi Bekambit kehidupannya di Bali sangat tidak mencukupi bahkan untuk tempat tinggal pun tidak punya, setelah menerima tali asih di tahun 2022 lalu, ia membeli tanah yang diatasnya dibangun tempat tinggal yang hanya berukuran kecil. Sekarang, ia sendiri bekerja sebagai pengambil upah memangkas rumput yang sehari-harinya hanya mendapatkan uang sebesar Rp100 ribu dan itupun pekerjaan musiman, tak selalu ada yang memerlukan tenaganya.

Baca Juga :  Bang Dhin Beri "Angin Segar" Untuk Warga Pulau Panci Terkait Status Kawasan

Ketika ditanyakan hal ihwal terkait sertifikat lahan transmigrasi Bekambit, ia justru sama sekali tidak pernah mendengar bahkan tidak mengetahuinya. Belakangan ia baru diberikan informasi bahwa lahan tersebut ada surat tanahnya dan ia pun tidak terlalu memperdulikan hal tersebut karena merasa tidak percaya.

“Ada orang datang memberi informasi tentang sertifikat lahan miliknya dan akan ada pemberian tali asih, tentu hal itu membuat kaget dan saya pribadi sangat senang, ternyata benar. Karena selama puluhan tahun hal itu sama sekali tidak pernah terpikirkan lagi. Yang jelas, saya sangat berterimakasih atas tali asih itu karena sama saja ketiban rejeki yang tak di sangka-sangka,” tutupnya. (redaksi)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Atas Terlantiknya Menteri Lingkungan Hidup Yang Baru
Indocement dan Mondi Dirikan Usaha Patungan di Bidang Kantong Kemasan
Antung Mahrita : Kami Terpaksa Bertahan Di Area Transmigrasi Meskipun Harus Berjuang
Wabup Dorong Peningkatan SDM Anggota Koperasi Primer TKBM Karya Bahari
Tak Percaya Bakal Dapat Tali Asih, Gede Suarsana Sempat Diragukan Warga Bali
Setelah Diberi Tali Asih, Kini Soal Sertifikat Menjadi Perhatian
Lahan Transmigrasi Bekambit Kurang Produktif, Warga Bali Memilih Kembali Ke Kampung Halaman
LUAR BIASA !!! Tebar Kebahagiaan, BRI Kotabaru Salurkan Bingkisan Ramadhan Dan THR Untuk Anak Yatim
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 22:23 WITA

Catatan Atas Terlantiknya Menteri Lingkungan Hidup Yang Baru

Sabtu, 18 April 2026 - 21:32 WITA

Indocement dan Mondi Dirikan Usaha Patungan di Bidang Kantong Kemasan

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:15 WITA

Wabup Dorong Peningkatan SDM Anggota Koperasi Primer TKBM Karya Bahari

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:23 WITA

Tak Percaya Bakal Dapat Tali Asih, Gede Suarsana Sempat Diragukan Warga Bali

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:50 WITA

Setelah Diberi Tali Asih, Kini Soal Sertifikat Menjadi Perhatian

Berita Terbaru

Lingkungan

Catatan Atas Terlantiknya Menteri Lingkungan Hidup Yang Baru

Rabu, 29 Apr 2026 - 22:23 WITA