“Batubara Pulau Laut Perkotaan”

- Jurnalis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Sejak puluhan tahun Pulau Laut dipertahankan untuk tidak di tambang. Bahkan, sempat diterbitkan SK Bupati tahun 2004 tentang larangan aktivitas tambang batubara di Pulau Laut, dan saat itu didukung sepenuhnya 2 ormas besar Nahdatul Ulama dan Muhammadyah serta banyak elemen masyarakat.

Kuatnya hegemoni para pengusaha tambang dan tekanan terhadap pemerintah daerah sampai pada akhirnya tidak mampu lagi kita mempertahankan Pulau Laut sebagai salah satu wilayah miniatur hutan tropis dunia. Dengan hiruk pikuk dan dinamikanya keluar IUP kepada Sebuku Group yang saat ini dikuasai salah satu konglomerat nasional.

Ironisnya, saat ini disinyalir sudah ada juga aktivitas pertambangan batubara diluar konsesi Sebuku Group di Pulau Laut, bahkan wilayahnya tidak jauh dari perkotaan dan sangat dekat dengan pemukiman.

Baca Juga :  Pop Balangan Melaju Ke Laga Berikutnya, Tumbangkan Putra Panjin 2-0 Di Uyam Cup 7

 

Tidak elok menyebutnya sebagai aktivitas tambang ilegal, kita sebut saja aktivitas “Tambang batubara perkotaan”. Aktivitas pertambangan perkotaan ini tentu tidak sebesar pertambangan Sebuku Group. Apakah berijin, apakah punya Amdal andal untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan, kenapa aktivitas ini terkesan dibiarkan. Tentu banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenak masyarakat dan ini semestinya harus terjawab. Masalahnya adalah siapa yang menjawabnya dan pihak siapa yang bertanggungjawab.

Sebelum dijawab oleh pihak yang berkompeten dan pihak yang bertanggungjawab. Tentu persoalan ini harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Kalau dipandang dari sisi hukum tentu sudah jelas apa status kegiatan tersebut. Kalau dipandang dari sudut sosial tentunya juga tidak bisa menjadi penghalal atas kegiatan ini, jadi entah apa kira-kira yang menyebabkan aktivitas itu terkesan dibiarkan. Hanya pihak-pihak yang berwenang dan kompeten bisa menjawabnya. Masyarakat tentu akan punya pandangan dan anggapan yang liar.

Baca Juga :  Pulau Laut Berpotensi Terjadi Bencana Ekologis ?

Tulisan ini diakhiri dengan kutipan dari salah satu karakter dari One Piece, Roronoa Zoro, “Mungkin kita tidak bisa merubah masa lalu, tapi kita bisa memperbaiki masa depan”, semua tergantung kita sendiri.

Selamat HUT RI ke-80, semoga masyarakat kita tidak merasa terjajah oleh bangsa sendiri.

Noor Ipansyah, S.H.,M.H
– Pemerhati masalah sosial, lingkungan dan pendidikan di Kotabaru.
– Advokat (PERADI).
– Dosen/Pengajar/Mentor di beberapa lembaga Pendidikan Tinggi.
– Assesor.

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!
Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas
Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal
Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian
Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku
Kuasa Hukum : Tidak Pernah Ada Restorative Justice Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Di Tanah Laut
Dari Tanah Laut untuk Dunia, Satu-satunya PMI Kabupaten/Kota di Indonesia Raih Pendanaan Uni Eropa dan Cetak Pelopor Lingkungan Muda
Dari Aksi Ke Verifikasi, Tim Terpadu Pastikan Transparansi Penyaluran Solar Subsidi Nelayan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WITA

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:57 WITA

Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:17 WITA

Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal

Senin, 13 Juli 2026 - 15:39 WITA

Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:31 WITA

Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru