Catatan Atas Terlantiknya Menteri Lingkungan Hidup Yang Baru

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 22:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Catatan Walhi Kalsel)

KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Terlantiknya Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol menjadi momentum penting yang tidak boleh sekadar menjadi pergantian administratif belaka. Publik, khususnya masyarakat yang selama ini hidup dalam bayang-bayang krisis ekologis, menunggu langkah nyata dan bukan sekadar janji.

Selama kepemimpinan sebelumnya, berbagai persoalan lingkungan hidup tidak kunjung mendapatkan jawaban yang memadai. Sengkarut persoalan di sektor industri ekstraktif, eksploitasi kawasan hutan, hingga ekspansi perkebunan kelapa sawit terus berlangsung tanpa kontrol yang tegas. Negara terkesan abai, sementara korporasi semakin leluasa memperluas dampak kerusakan.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalsel menilai, persoalan lingkungan di Indonesia bukan lagi sekadar isu sektoral, melainkan krisis sistemik yang telah berlangsung lintas generasi kepemimpinan. Pergantian presiden dan menteri tidak serta-merta membawa perubahan signifikan. Bahkan, dalam banyak kasus, kondisi lingkungan justru semakin memburuk.

Baca Juga :  Barito Hari Ini Bukan Faktor Takdir Ilahi, Melainkan Rakusnya Oligarki
Direktur Eksekutif WALHI Kalsel, Raden Rafiq Sepdian Fadel Wibisono
Direktur Eksekutif WALHI Kalsel, Raden Rafiq Sepdian Fadel Wibisono

“Dampak dari kebijakan yang tidak berpihak pada keselamatan lingkungan ini dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah, termasuk di Kalimantan Selatan. Setiap musim hujan, banjir menjadi bencana rutin. Sementara itu, di musim kemarau, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menghantui. Ini bukan fenomena alam semata, melainkan konsekuensi dari tata kelola lingkungan yang gagal,” tutur Direktur Eksekutif WALHI Kalsel, Raden Rafiq Sepdian Fadel Wibisono, kepada logikaberita.com melalui pesan Whatapps, Rabu (29/04/26) malam.

Pihaknya menantang Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, untuk berani mengambil langkah tegas dan progresif dalam menyelesaikan persoalan lingkungan yang kian kompleks. Tidak cukup dengan pendekatan normatif, dibutuhkan keberanian politik untuk mengevaluasi secara menyeluruh kebijakan lingkungan.

Baca Juga :  BERITA FHOTO : Tim Emergency RS Bhayangkara Brimob, Harus Berjalan Kaki 1 Km Untuk Menolong Warga

Khususnya yang termuat dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang selama ini justru dinilai melemahkan perlindungan lingkungan. Selain itu, Menteri harus mampu menghentikan praktik-praktik eksploitasi yang merusak dan menimbulkan ketimpangan ekologis, sekaligus memastikan penegakan hukum lingkungan yang adil dan tidak tebang pilih. Di saat yang sama, kami mendorong agar Menteri Lingkungan Hidup turut mendukung serta mengawal pembahasan RUU Keadilan Iklim sebagai instrumen penting untuk menjamin keadilan bagi masyarakat yang terdampak krisis iklim.

“Kami mengetahui bahwa mandat sebagai Menteri Lingkungan Hidup bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menyelamatkan ruang hidup rakyat dan masa depan generasi mendatang. Jika tidak ada perubahan arah kebijakan yang fundamental, maka pergantian ini hanya akan menjadi bagian dari siklus kegagalan yang terus berulang,” tutupnya. (rhm)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komeng Hadir Di PMI Jabar, Kawal KSR PMI Universitas Al-Ghifari Dalam “Gerakan Relawan untuk Relawan”
RUPS Tahunan Indocement Setujui Pembagian Dividen Rp1,54 Triliun Atau Rp468 Per Lembar Saham
Pantau Gambut Gelar Diskusi Bersama Walhi Terkait El Nino. Kalimantan Dikepung 9.853 Titik Panas
Indocement dan Mondi Dirikan Usaha Patungan di Bidang Kantong Kemasan
Tak Percaya Bakal Dapat Tali Asih, Gede Suarsana Sempat Diragukan Warga Bali
Setelah Diberi Tali Asih, Kini Soal Sertifikat Menjadi Perhatian
Gede Ruma Kaget Diberikan Tali Asih Atas Lahan Yang Ditinggalkannya Begitu Saja
Lahan Transmigrasi Bekambit Kurang Produktif, Warga Bali Memilih Kembali Ke Kampung Halaman
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:00 WITA

Komeng Hadir Di PMI Jabar, Kawal KSR PMI Universitas Al-Ghifari Dalam “Gerakan Relawan untuk Relawan”

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:53 WITA

RUPS Tahunan Indocement Setujui Pembagian Dividen Rp1,54 Triliun Atau Rp468 Per Lembar Saham

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:04 WITA

Pantau Gambut Gelar Diskusi Bersama Walhi Terkait El Nino. Kalimantan Dikepung 9.853 Titik Panas

Rabu, 29 April 2026 - 22:23 WITA

Catatan Atas Terlantiknya Menteri Lingkungan Hidup Yang Baru

Sabtu, 18 April 2026 - 21:32 WITA

Indocement dan Mondi Dirikan Usaha Patungan di Bidang Kantong Kemasan

Berita Terbaru