TANAH LAUT, LOGIKABERITA.COM — Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit, Rumah Sakit Borneo Citra Medika Tanah Laut menggelar rangkaian pelatihan kesiapsiagaan bencana dan keselamatan kerja yang diikuti sekitar 90 peserta. Peserta terdiri dari seluruh elemen staf, termasuk pegawai baru yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak 20-21 Mei 2026, dan menghadirkan narasumber dari instansi kebencanaan dan pemadam kebakaran, dengan tujuan meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan fasilitas kesehatan.
Pada hari pertama, pelatihan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut, yakni Parimin. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan materi terkait penanganan berbagai jenis bencana alam seperti banjir, gempa bumi, hingga potensi ancaman gunung meletus.
“Selain itu juga materi lain yang disampaikan seperti langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan publik,” ujarnya.
Kegiatan yang diprakarsai oleh tim manajemen RS tersebut menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh staf rumah sakit dalam menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja.


Sementara itu, pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada peningkatan pengetahuan terkait proteksi kebakaran dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Narasumber dalam sesi ini adalah Supriyanto Purwohadi, Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Tanah Laut.
“Dalam materi kali ini, saya menekankan pentingnya respons cepat, ketepatan penggunaan APAR, serta prosedur evakuasi yang benar untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material apabila terjadi kebakaran di lingkungan rumah sakit,” kata Supriyanto.
Kegiatan di rumah sakit yang dinakhodai oleh dr. Singgih Sidarta, Sp.OG, Subsp. Obginsos, MMRS ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara berkala, meskipun tidak selalu setiap tahun. Terkadang pelatihan digelar setahun sekali, namun bisa juga dua tahun sekali, tergantung kebutuhan dan hasil evaluasi internal rumah sakit.

Seluruh staf diharapkan memiliki pengetahuan dasar dalam penanganan keadaan darurat, terutama bagi mereka yang belum pernah mengikuti pelatihan sebelumnya, termasuk pegawai baru.
Dengan adanya pelatihan ini, pihak rumah sakit berharap seluruh tenaga kerja dapat lebih sigap, terlatih, dan memahami prosedur keselamatan kerja dalam menghadapi berbagai potensi bencana maupun insiden kebakaran di lingkungan pelayanan kesehatan. (Humas RSBCM/Rossi)










