Wayang Kulit Banjar, Nasibmu Kini

- Jurnalis

Minggu, 29 Juni 2025 - 10:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kai Umpok menyusun wayang kulit di atas panggung sebelum tampil

Kai Umpok menyusun wayang kulit di atas panggung sebelum tampil

KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Ungkapan tersebut terlontar dari salah satu dalang wayang kulit banjar yakni Pukransyah atau yang biasa dipanggil Kai Umpok. Ia yang lahir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tepatnya di Kecamatan Ilung, sudah sejak lama menggandrungi dunia wayang..

Di usia yang sudah tidak lagi muda kurang lebih 80 tahun, selama belasan tahun ia tinggal di Desa Langkang Baru Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, berharap ada penerus dirinya untuk bisa mempelajari kesenian wayang kulit banjar tersebut.

Menurut Kai Umpok, pagelaran wayang kulit banjar sudah jarang terlihat dimasa sekarang, ia yang sudah berwara wiri di bumi Saijaan memperkenalkan kesenian banua tersebut. Namun, di zaman sekarang sangat di sayangkan suguhan wayang kulit banjar ini sudah jarang dimainkan.

Saat dijumpai logikaberita.com, Kai Umpok mengatakan bahwa, pagelaran semacam itu memang sudah jarang di tampilkan, ia khawatir budaya wayang kulit banjar justru nantinya tergerus oleh zaman.

Baca Juga :  Kapolres Tabalong Bongkar Dugaan Penahanan Solar Subsidi, 8.000 Liter Ditemukan Di Tangki SPBU Mantuil

“Untuk malam ini cerita yang kita angkat terkait dengan pembagian harta dan banyak pesan moral yang tersampaikan,” ungkapnya, Sabtu malam (28/07/25), sebelum pagelaran dimulai.

Menurutnya, pagelaran semacam ini mestinya terus dilakoni sehingga generasi muda dapat lebih mengenal wayang kulit khas banjar, sehingga ada regenerasi ditahun-tahun mendatang.

“Harusnya memang mesti ada regenerasi, jangan sampai seni wayang kulit banjar kita tergerus bahkan nantinya hilang di makan zaman,” harapnya.

Melihat pagelaran tersebut, Fitri salah satu penonton yang juga penggiat seni menyampaikan, satu harapan yang di sampaikan olehnya adalah harus ada penerus dalang dalam memainkan lakon wayang kulit banjar, jangan sampai hilang.

“Ini adalah kesenian dari budaya kita dan ini mesti dilestarikan, jangan sampai generasi muda tidak mengetahui kesenian tradisional ini,” kata Ifit sapaan akrabnya.

Melihat antusias penonton yang justru muda mudi terwakilkan oleh kaum milenial, ia bangga. Dalam artian, budaya wayang kulit banjar ternyata di gemari meskipun jarang ditampilkan.

Baca Juga :  Luar Biasa, Respon Cepat Ditunjukkan Tim RS Bhayangkara Brimob Polri

Menurutnya, konsep malam tempo dulu yang di gagas oleh kawan-kawan dari Dewan Kesenian Kotabaru dan Disparpora menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat.

“Dalam setiap malam Minggu tema yang disuguhkan berbeda-beda, tujuannya agar generasi muda melihat sisi potret kehidupan masa lalu, justru kaum muda banyak yang datang, entah itu hanya berswafhoto, membaca buku maupun bersantai sejenak melepas lelah,” tambahnya pula.

Berkenaan dengan wayang kulit banjar, ia berharap kegiatan itu terus dijaga dan dilestarikan dengan baik. Setidaknya generasi mendatang mengetahui kesenian-kesenian khas dari banua.

“Tentu kita semua berharap, kesenian ini tetap terjaga dengan baik ditengah modernisasi yang sekarang kita hadapi, budaya harus dilestarikan untuk anak cucu di masa yang akan datang,” pungkasnya. (rhm)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DAD Kotabaru : Kami Bangga Bupati Apresiasi Budaya Dayak
Pustu Padang Panjang Dilalap Api Tengah Malam, Polisi Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa
Waspada Hoax “Teror Pocong Bersajam”, Polres Tabalong Pastikan Informasi Tidak Benar
Produktivitas Jagung Meningkat, Petani Kasiau Raya Gelar Panen Kuartal II Sebagai Wujud Komitmen Ketahanan Pangan Nasional
Masyarakat Diimbau Waspada, UDD PMI Tanah Laut Tegas Berantas Pungli Darah
Pasca Unjuk Rasa Solar Subsidi Nelayan, Pemkab Tanah Laut Klarifikasi Hasil Evaluasi Penyaluran BBM di Kuala Tambangan
Dipenghujung Masa Jabatan Kepemimpinan H Syahrian Nurdin, PMI Tanah Laut Wujudkan Warisan Kemanusiaan
Wujud Kepedulian Sosial, Minamas Plantation Distribusikan 34 Sapi Qurban Di Wilayah Operasional
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:35 WITA

Ketua DAD Kotabaru : Kami Bangga Bupati Apresiasi Budaya Dayak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:55 WITA

Pustu Padang Panjang Dilalap Api Tengah Malam, Polisi Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:12 WITA

Waspada Hoax “Teror Pocong Bersajam”, Polres Tabalong Pastikan Informasi Tidak Benar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:00 WITA

Produktivitas Jagung Meningkat, Petani Kasiau Raya Gelar Panen Kuartal II Sebagai Wujud Komitmen Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:42 WITA

Masyarakat Diimbau Waspada, UDD PMI Tanah Laut Tegas Berantas Pungli Darah

Berita Terbaru