Pulau Laut Berpotensi Terjadi Bencana Ekologis ?

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(OPINI LOGIKA)

KETERANGAN : Hijau hutan lindung, agak abu Taman Hutan Raya, yang artinya adalah wilayah dataran tinggi yang mempunyai potensi hujan yang sangat tinggi. (gambar ilustrasi)

KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Sebuah ungkapan yang sudah sering kita dengar tentang lingkungan alam yang lestari. Tentu erat kaitannya dengan kondisi kawasan hutan yang menjadi penopang kehidupan ekosistem. Selain itu juga sebagai kanopi alami dalam menjaga flora dan fauna didalamnya.

Sebagai contohnya adalah kawasan hutan yang ada di Pulai Laut Kabupaten Kotabaru, yang secara kasat mata terlihat sebagiannya telah habis dialih fungsikan dan hal tersebut menjadi perhatian.

Pentingnya menjaga Pulau Laut dari aktivitas ekploitasi yang berpotensi merusak daya tahan lingkungan, ini dikarenakan :
1. Pulau Laut termasuk kriteria Pulau kecil.
2. Hutan Sebatung dan sekitarnya adalah Hutan lindung, miniatur hutan tropis/ Hutan hujan.
3. Pulau kecil yang berpenduduk banyak.
4. Tingginya tingkat pemukiman menimbulkan dampak yang signifikan atas daya tahan lingkungan.

Baca Juga :  Kegiatan Korps Brimob Polri Di Monas, Peringatan HUT Polri Ke-79

Kegiatan eksploitasi yang sudah berlaku di Pulau Laut, seperti halnya :
1. Tambang batubara.
2. Lahan Perkebunan kelapa Sawit.
3. Aktivitas ilegal tambang batubara yang dibiarkan terjadi
4. Pembangunan perumahan dan pemukiman yang tidak tertata lingkungannya dengan baik.
5. Aktivitas pembukaan lahan masyarakat di kawasan lindung pegunungan Sebatung.

Berdasarkan kondisi demikian, maka sudah sepatutnya semua pihak prihatin, khususnya para pemangku kebijakan yang mengemban amanat bertanggungjawab, para pemimpin, para pejabat, para tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas-ormas untuk segera mengambil sikap dan membuat kebijakan strategis kalau memang ingin menjaga Pulau Laut dari masalah bahkan potensi besar bencana ekologis yang bisa saja terjadi.

Baca Juga :  Wayang Kulit Banjar, Nasibmu Kini

Namun apakah keprihatinan ini nampak terlihat ???

Jangan sampai kondisi tersebut menjadi kerugian besar yang bukan hanya merugikan ekosistem alam saja, melainkan juga kehidupan masyarakat. Seperti bencana yang terjadi di berbagai daerah, dan itu adalah suatu teguran keras dari alam.

Menjaga lingkungan mesti dilakukan. Tidak ada untuk kata terlambat selama kita mau, dan pasti bisa. (redaksi)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Tanta Perkuat Program Swasembada Pangan 2026
Polres Tabalong Perketat Pengawasan Kebersihan MBG Dan SPPG
KNPI Kalsel Tegas Soal Film “Pesta Babi”, Tak Melarang, Tapi Ingatkan Risiko Dan Serukan Jaga Keharmonisan Banua
Duh, Korsleting Listrik Sebabkan Rumah Kontrakan 4 Pintu Terbakar
Catatan Atas Terlantiknya Menteri Lingkungan Hidup Yang Baru
Antung Mahrita : Kami Terpaksa Bertahan Di Area Transmigrasi Meskipun Harus Berjuang
Wabup Dorong Peningkatan SDM Anggota Koperasi Primer TKBM Karya Bahari
Tak Percaya Bakal Dapat Tali Asih, Gede Suarsana Sempat Diragukan Warga Bali
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:28 WITA

Polsek Tanta Perkuat Program Swasembada Pangan 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:12 WITA

Polres Tabalong Perketat Pengawasan Kebersihan MBG Dan SPPG

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:25 WITA

KNPI Kalsel Tegas Soal Film “Pesta Babi”, Tak Melarang, Tapi Ingatkan Risiko Dan Serukan Jaga Keharmonisan Banua

Senin, 11 Mei 2026 - 17:46 WITA

Duh, Korsleting Listrik Sebabkan Rumah Kontrakan 4 Pintu Terbakar

Rabu, 29 April 2026 - 22:23 WITA

Catatan Atas Terlantiknya Menteri Lingkungan Hidup Yang Baru

Berita Terbaru