TANAH LAUT, LOGIKABERITA.COM – Pejabat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Laut akhirnya angkat bicara terkait dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang menyeret namanya. Dalam wawancara kepada logikaberita.com, ia membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan menyebut peristiwa yang dituduhkan tidak pernah terjadi.
Menurutnya, kabar tersebut pertama kali diterimanya saat sedang dalam perjalanan pulang mengemudi. Ia mengaku sangat terkejut dan mengakui bahwa tudingan tersebut memberikan dampak psikologis, baik bagi dirinya maupun keluarganya.
“Sebagai manusia biasa saya terkejut luar biasa. Dampak psikologis tentu ada. Yang membuat saya kuat adalah karena saya merasa peristiwa yang dituduhkan itu tidak pernah terjadi,” ujarnya.
Ia mengatakan, sejak menerima informasi tersebut, nalurinya langsung mengarah pada upaya hukum karena menilai tuduhan tersebut telah berdampak besar terhadap nama baik dirinya dan keluarganya.
Menurutnya, sejak dipercaya menduduki salah satu jabatan di kantor Kemenag, ia telah mengingatkan istri dan anak-anaknya bahwa semakin tinggi jabatan seseorang, maka semakin besar pula risiko menghadapi berbagai persoalan, termasuk kemungkinan munculnya fitnah.
“Saya sudah sampaikan kepada keluarga, semakin tinggi jabatan, semakin tinggi pula risikonya. Akan ada orang yang senang maupun tidak senang. Itu konsekuensi jabatan yang harus kami hadapi,” tegasnya.
Meski mengakui keluarga besarnya turut terdampak secara psikologis, ia bersyukur keluarganya tetap memberikan dukungan penuh karena mengenal pribadi dirinya.
Terkait proses hukum yang berjalan, hingga kini belum menerima surat panggilan dari aparat penegak hukum. Ia juga menyebut belum pernah ada komunikasi dari pihak yang mengaku sebagai korban dugaan pelecehan seksual.
“Sampai saat ini belum ada panggilan. Kami juga belum pernah menerima komunikasi dari pihak yang mengaku korban. Kalau memang ada yang ingin berkomunikasi, kami terbuka,” jawabnya.
Ia menilai persoalan tersebut tidak berdiri sendiri dan memiliki latar belakang, serta telah lebih dulu berkembang di media sosial. Bersama kuasa hukumnya, ia mengaku telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan sejumlah akun media sosial yang dinilai menyebarkan informasi tidak bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap anak-anak yang disebut-sebut menjadi korban dalam perkara tersebut. Menurutnya, mereka justru telah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.
“Yang sangat saya sayangkan, anak-anak ini dijadikan fasilitator tudingan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi psikologis mereka. Selama mereka magang di sini, saya mengenal mereka sebagai anak-anak yang baik. Saya menilai mereka diprovokasi dan dimanfaatkan untuk mengakui sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi,” tambahnya.
Ia meyakini bahwa apabila tuduhan tersebut tidak benar, maka proses hukum nantinya akan membuktikannya.
“Saya yakin, kalau memang peristiwanya tidak pernah terjadi, Allah akan memberikan jalan dan memulihkan nama baik saya,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan suasana kerja di Kantor Kemenag Tanah Laut selama ini dibangun dengan prinsip kebersamaan dan tanpa tekanan, kecuali terhadap pegawai yang tidak bersedia mengikuti aturan yang berlaku.
Terkait perkembangan kasus, ia mengaku telah memberikan klarifikasi kepada sejumlah tokoh di Kabupaten Tanah Laut guna memberikan penjelasan mengenai isu yang berkembang.
“Tidak ada unsur saling membackup. Ini persoalan hukum. Kalau memang terbukti, tentu ada konsekuensi hukum. Saya juga berhak memberikan klarifikasi ketika ada yang bertanya,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa isu tersebut telah menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk rekan-rekannya di luar daerah.
Selain itu, ia mengaku sempat mengalami dugaan gangguan terhadap akun digital miliknya. Menurutnya, telepon genggamnya sempat mengalami aktivitas mencurigakan, sementara akun Instagram milik istrinya diduga sempat diakses pihak lain setelah data pribadinya tersebar di media sosial. Meski demikian, ia menyebut kejadian tersebut hanya berlangsung singkat dan berhasil diatasi.
Menutup keterangannya, ia mengatakan peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan keluarga agar lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi serta tidak mudah terprovokasi.
“Jangan mudah mengadu domba dan jangan mudah memfitnah orang tanpa bukti. Dampaknya sangat besar terhadap nama baik seseorang. Mudah-mudahan persoalan ini segera selesai dan memberikan kebaikan bagi semua pihak,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan dugaan kasus tersebut masih berlangsung. Aparat penegak hukum belum menyampaikan hasil penyelidikan. Oleh karena itu, seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap. (Rossi)









