TANAH LAUT, LOGIKABERITA.COM – Pembinaan olahraga tenis lapangan di Kabupaten Tanah Laut memasuki babak baru. Syakhril Hadrianadi kembali dipercaya memimpin Pengurus Kabupaten Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Tanah Laut untuk periode 2025–2030.
Keputusan tersebut dihasilkan melalui Musyawarah Cabang (Muscab) Pelti Tanah Laut yang berlangsung di Gedung Dinas PUPR Tanah Laut, Minggu (2/8/2026). Syakhril kembali mendapatkan kepercayaan secara aklamasi dari peserta musyawarah.
Namun, keberlanjutan kepemimpinan tersebut bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Di balik geliat pembinaan tenis Tanah Laut, dukungan dari Pengurus Pelti Provinsi Kalimantan Selatan turut dinilai memiliki peran penting, salah satunya melalui H. Endang Agustina.
H. Endang Agustina yang juga merupakan anggota DPR RI asal Kalimantan Selatan disebut menjadi salah satu figur yang memberikan dukungan terhadap keberlangsungan pembinaan tenis di daerah.
Salah satu pengurus Pelti Tanah Laut, Ifan, mengatakan dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program pembinaan, terutama dalam mendorong atlet-atlet muda agar memiliki kesempatan berkembang dan berkompetisi pada level yang lebih tinggi.
Menurutnya, perkembangan tenis Tanah Laut dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Sejumlah atlet binaan Pelti Tanah Laut bahkan mampu menorehkan prestasi pada berbagai kejuaraan, baik di tingkat regional maupun internasional.
“Selama kepemimpinan beliau, Pelti Tanah Laut menunjukkan perkembangan pesat. Banyak atlet kita yang berhasil mengukir prestasi, mulai dari kejuaraan tingkat regional hingga internasional. Jadi sangat wajar jika beliau kembali dipercaya untuk memimpin,” ungkap Ifan, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pelti Tanah Laut.
Pelti sendiri merupakan organisasi olahraga yang menaungi pembinaan dan pengembangan cabang olahraga tenis lapangan di Indonesia. Di tingkat kabupaten, kepengurusan Pelti berfungsi menjalankan program pembinaan atlet, menggelar kompetisi, mencari dan mengembangkan bibit-bibit muda, serta membangun koordinasi dengan pengurus provinsi maupun pihak terkait lainnya.
Karena itu, kepengurusan Pelti tidak hanya bertugas mengurusi pertandingan. Organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam memastikan proses pembinaan atlet berjalan secara berkelanjutan, mulai dari tahap pencarian bakat, pelatihan, peningkatan kualitas hingga membuka jalan bagi atlet untuk berprestasi pada tingkat yang lebih tinggi.
Kembali terpilihnya Syakhril Hadrianadi diharapkan mampu menjaga kesinambungan program tersebut. Tantangan berikutnya adalah bagaimana prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan sekaligus melahirkan lebih banyak atlet muda potensial dari Tanah Laut.
Ifan menilai sinergi antara kepengurusan Pelti Tanah Laut dan Pelti Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan target tersebut.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk H. Endang Agustina, Pelti Tanah Laut diharapkan tidak sekadar aktif mengikuti kompetisi, tetapi mampu membangun sistem pembinaan yang melahirkan atlet berprestasi secara konsisten.
Kepengurusan baru pun dituntut menjadikan periode hingga 2030 sebagai momentum memperkuat fondasi tenis Tanah Laut, dari lapangan latihan, pembinaan usia muda, hingga panggung kompetisi yang lebih luas. (Rossi)









