KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Krisis air bersih yang terjadi di berbagai daerah termasuk di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, juga dirasakan para jamaah muslim yang melaksanakan ibadah di masjid Jami Baitul Abror, yang berlokasi di jalan Haji Agussalim Kelurahan Kotabaru Tengah yang merupakan masjid tua dan masjid pertama di Kabupaten Kotabaru juga terdampak atas krisis air bersih tahun ini.
Rahmad, selaku ta’mir yang bertanggungjawab dalam penyediaan air di masjid jami Baitul Abror menyampaikan, diakuinya musim kering atau di istilahkan hari tanpa hujan yang sudah berlangsung kurang lebih selama 3 bulan, meskipun jamaah masjid ikut terdampak namun ia masih bersyukur untuk kebutuhan air bersih keperluan bersuci berwudhu para jamaah masih bisa menggunakan air sumur yang ada di lingkungan masjid.
“Dengan adanya sumur bor itu, tentu hal tersebut sebagai salah satu pelayanan yang diberikan kepada para jamaah,” tuturnya, Rabu (2/9/26).
Dikatakannya lebih jauh, untuk meningkatkan kenyamanan agar ibadah berjalan baik, pihak pengelola masjid juga dibantu oleh para jamaah dan warga masyarakat lainnya memasang filter air yang bersumber dari sumur gali dan sumur bor.
“Alhamdulillah, gotongroyong warga masyarakat begitu antusias membantu pemasangan Filter air tersebut. Sedeqah jariah dari masyarakat terkumpul kurang lebih Rp14 juta rupiah hanya dalam kurun waktu 24 jam, 1 September kemarin Sehingga langsung dilaksanakan pekerjaan pemasangan filter,” tambah Rahmad.

Tidak berhenti disitu, katanya melanjutkan, ada juga tambahan 1 paket perlengkapan dan pemasangan Filtrasi air dari Muhammad Syarifudin atau yang akrab disapa Bang Dhin yang juga merupakan Ketua DPW PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, dan langsung di pasangkan di sisi lain di bagian masjid Jami Baitul Abror.
Semoga dengan bantuan warga masyarakat tersebut kebutuhan bersuci / berwudhu dan kebutuhan jamaah lainnya di masjid Jami Baitul Abror tetap bisa terlayani dengan baik.
Senada dengan itu, Jupri, yang juga ta’mir masjid Jami Baitul Abror mengungkapkan kesenangannya akan adanya fasilitas filtrasi ini agar air yang ada nantinya bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan layak digunakan untuk bersuci.
Bahkan masyarakat sekitar juga bisa mengambil air bersih tersebut di saat-saat krisis seperti sekarang.
“Semoga para dermawan yang bersedeqah bagi kebutuhan air di masjid ini jadi amal jariah yang terus menerus. Aamiin,” ucap Jupri senang. (rhm)









