Raja Tumpang, Senjata Tradisional Khas Kalimantan

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 20:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Kalimantan dikenal memiliki keanekaragaman warisan budaya, diantara banyaknya adalah senjata tradisional yang biasa dikenal masyarakat Banjar disebut Wasi, dan Raja Tumpang adalah salah satu yang menjadi eksistensi nyata budaya bersejarah di Kalimantan Selatan.

Meski tak memiliki history yang tertulis, pusaka Raja Tumpang sering menjadi cerita turun temurun bagi warga pribumi di Kalimantan Selatan, tidak ada klaim khusus tentang pusaka ini , namun dalam tutur lisan orang tua terdahulu , Raja Tumpang bukan hanya sekedar senjata namun dia juga menjadi tanda pengenal atau identitasnya orang asli Kalimantan.

Memiliki bentuk yang lurus bermata dua, runcing pada area ujung, namun sedikit bungkuk pada area pangkal, menjadikan Raja Tumpang terlihat sangat tegas dan seperti memiliki jiwa pemberani.

Baca Juga :  Sidak Kapolres Tabalong Ungkap Stok Solar Tersisa Di SPBU Kasiau, Distribusi Diminta Lebih Transparan

Dalam beberapa cerita para kolektor pusaka, mengatakan bahwa Raja Tumpang ini salah satu primadonanya pusaka “urang asli banua” karena tidak ada di daerah lain yang memiliki bentuk atau pakem raja tumpang , kecuali di Kalimantan.

Bukan hanya sekedar benda bersejarah, namun juga memiliki nilai-nilai seni didalamnya serta filosofi tertentu bagi pemiliknya, bahkan ada sebagian pemilik pusaka ini meyakini bahwa si Raja Tumpang ini memiliki “tuah” tersendiri, adapun yang meyakini untuk mengangkat kewibawaan, kepercayaan diri, serta kerezekian, dan lain sebagainya.

Namun, sebagai umat beragama kita harus tetap berpegang teguh kepada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan sebagian dari cerita Raja Tumpang hanyalah menjadi nilai seni serta kebudayaan yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Baca Juga :  Nelayan Kotabaru Hilang, Hingga Kini Korban Belum Ditemukan

Sedangkan di Kalimantan sendiri banyak komunitas pelestari pusaka, dengan tujuan untuk sarana silaturahim dan menjaga budaya dan edukasi tentang pusaka agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman modern, di beberapa wilayah juga masih banyak terdapat beberapa empu (pengrajin pusaka) yang masih memproduksi benda pusaka khas Kalimantan.

Dikutip dari Kesultanan Banjar, Istilah nama ” Raja Tumpang” berasal dari raja pertama Banjar, yakni Sultan Suriansyah, yang memberikan pusaka Raja Tumpang kepada Mantri Jaya Arya sebagai tanda terimakasih dan penghargaan, dengan arti ” Raja yang pernah menumpang, menumpang hidup, menumpang harapan, menumpang masa depan”.

Sedikit pesan dari narasumber yang tidak mau disebut, bijaklah dalam merawat kebudayaan khususnya pusaka, jangan sampai salah gunakan. (dam)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RS Borneo Citra Medika Tanah Laut Gelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Dan Proteksi Kebakaran
Direktur RSUD H Boejasin Perkuat Layanan HIV/AIDS, Tekan Stigma Dan Dorong Deteksi Dini
SPBUN Kuala Tambangan Tak Diundang Rapat Solar, DKPP Buka Suara
Di Tengah Krisis Solar, SIAP MELAUT Disebut Kunci Tertibkan Tata Kelola Perikanan Tala
Saling Lempar Tuduhan Di SPBU Simpung Layung, Kapolres Tabalong Sigap Menindaklanjuti Dugaan Pencampuran Bio Solar
Polsek Pugaan Kawal Pengembangan Jagung Hibrida, Dorong Produksi Pangan Lokal di 2026
Sidak Kapolres Tabalong Ungkap Stok Solar Tersisa Di SPBU Kasiau, Distribusi Diminta Lebih Transparan
Aparat Turun ke Lahan, Polsek Awayan Mantapkan Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Petani Jagung
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:44 WITA

RS Borneo Citra Medika Tanah Laut Gelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Dan Proteksi Kebakaran

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:33 WITA

Direktur RSUD H Boejasin Perkuat Layanan HIV/AIDS, Tekan Stigma Dan Dorong Deteksi Dini

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:25 WITA

SPBUN Kuala Tambangan Tak Diundang Rapat Solar, DKPP Buka Suara

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:15 WITA

Saling Lempar Tuduhan Di SPBU Simpung Layung, Kapolres Tabalong Sigap Menindaklanjuti Dugaan Pencampuran Bio Solar

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:16 WITA

Polsek Pugaan Kawal Pengembangan Jagung Hibrida, Dorong Produksi Pangan Lokal di 2026

Berita Terbaru