Seniman Dan Pegiat Literasi Tanah Laut, Aditya Nugraha Wafat. Dunia Seni Kehilangan Sosok Cahaya

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH LAUT, LOGIKABERITA.COM – Kabar duka menyelimuti dunia seni dan literasi di Kabupaten Tanah Laut. Seniman serta pegiat literasi, Aditya Nugraha, meninggal dunia pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 01.32 wita di Rumah Sakit Hadji Boedjasin setelah berjuang melawan penyakitnya. Almarhum berpulang pada usia 45 tahun.

Semasa hidup, Adit, sapaan akrabnya dikenal sebagai figur yang hangat, easy going, serta penuh dedikasi dalam merangkul dan memotivasi generasi muda. Ia aktif mengembangkan ruang-ruang kreatif lintas genre: mulai dari musik, teater, sastra, hingga perfilman.

Adit juga merupakan penggagas komunitas sastra Literasi Senja, pendiri rumah produksi Tadah Alas, serta salah satu sosok yang mendorong tumbuhnya komunitas Standup Indo Tala.

Tak hanya berkecimpung di dunia seni, ia juga menjadi motor penggerak peningkatan literasi di Tanah Laut melalui perannya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Salah satu program penting yang ia dorong adalah Rumah Belajar Modern (RBM), ruang belajar dengan berbagai kelas pengembangan diri seperti sastra, musik, teater, seni lukis, bahasa, hingga keterampilan praktis seperti barista dan baking.

Baca Juga :  Banjir Di Kalimantan Selatan Adalah Kejahatan Ekologis : Menagih Tanggungjawab Negara

Adit adalah Aparatur Sipil Negara yang pernah menjabat sebagai Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kabupaten Tanah Laut (2022–2026), sebelum mengemban tugas sebagai Sekretaris Camat Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut.

Kehilangan Aditya Nugraha menjadi pukulan mendalam bagi komunitas seni. M. Rizani Z, pegiat seni teater, sutradara, yang juga menggawangi Sanggar Lestari Tuntung Pandang Tanah Laut, menyampaikan duka yang begitu personal.

“Bang Adit bukan sekadar pegiat seni, beliau adalah sahabat, kakak, sekaligus cahaya bagi banyak anak muda yang sedang mencari jalan di dunia kreatif. Kehilangan beliau seperti hilangnya sebuah pelita yang selama ini menerangi banyak langkah.”

Baca Juga :  Diakui Masih Ada Persoalan Lahan, Raperda RTRW Disahkan

Ia menambahkan bahwa Adit adalah sosok yang hadir dengan kesederhanaan, ketulusan, serta kepedulian yang tulus. Figur yang tidak hanya menggerakkan seni dari balik meja, tetapi turun langsung bersama para pelaku kreatif, merawat mimpi-mimpi mereka.

“Namun saya percaya, orang baik tidak pernah benar-benar mati. Mereka hidup dalam kenangan, dalam semangat yang ditinggalkan, dalam jejak kebaikan yang terus tumbuh.”

Kepergian Aditya Nugraha bukan hanya kehilangan seorang seniman atau ASN berdedikasi, tetapi hilangnya sosok inspiratif yang berhasil membangun ruang nyaman bagi banyak pemuda untuk berkarya.

Namun karya, jejak, dan semangatnya tetap hidup—terpatri dalam ingatan mereka yang pernah disentuh oleh kebaikan dan ketulusannya, termasuk melalui karya yang kini abadi di telinga para sahabatnya : “Lintang Hati”. (Rossi)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum : Tidak Pernah Ada Restorative Justice Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Di Tanah Laut
Dari Tanah Laut untuk Dunia, Satu-satunya PMI Kabupaten/Kota di Indonesia Raih Pendanaan Uni Eropa dan Cetak Pelopor Lingkungan Muda
Dari Aksi Ke Verifikasi, Tim Terpadu Pastikan Transparansi Penyaluran Solar Subsidi Nelayan
Haul Ke-2 Guru Udin Penuh Khidmat, Ribuan Jamaah Berdatangan Dari Berbagai Daerah
Pejabat Kemenag Tanah Laut Bantah Dugaan Pelecehan Seksual, “Peristiwanya Tidak Pernah Terjadi”
Kuasa Hukum Korban Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Pejabat Kemenag Tala, Laporan Sudah Masuk Sejak 15 Juni, Korban Lain Diminta Berani Speak Up
Polres Tanah Laut Benarkan Laporan Dugaan Pelecehan Seksual Pejabat Kemenag, Kasus Masih Diselidiki Secara Menyeluruh
Satreskrim Tampil Perkasa, Taklukkan Gabsie FC 3-1 Dan Juarai Turnamen Minisoccer Hari Bhayangkara Ke-80
Berita ini 376 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:02 WITA

Kuasa Hukum : Tidak Pernah Ada Restorative Justice Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Di Tanah Laut

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:04 WITA

Dari Tanah Laut untuk Dunia, Satu-satunya PMI Kabupaten/Kota di Indonesia Raih Pendanaan Uni Eropa dan Cetak Pelopor Lingkungan Muda

Senin, 6 Juli 2026 - 14:12 WITA

Dari Aksi Ke Verifikasi, Tim Terpadu Pastikan Transparansi Penyaluran Solar Subsidi Nelayan

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:29 WITA

Haul Ke-2 Guru Udin Penuh Khidmat, Ribuan Jamaah Berdatangan Dari Berbagai Daerah

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:34 WITA

Kuasa Hukum Korban Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Pejabat Kemenag Tala, Laporan Sudah Masuk Sejak 15 Juni, Korban Lain Diminta Berani Speak Up

Berita Terbaru