TANAH LAUT, LOGIKABERITA.COM – Warga Batu Ampar sempat dibuat was-was setelah sebuah video seorang penjual pentol bakso keliling yang beredar luas di jagat maya. Unggahan itu memicu kekhawatiran banyak orang, hingga sebagian warga enggan melintas sendirian. Namun hasil penyelidikan kepolisian menunjukkan fakta yang berbeda dari dugaan awal masyarakat.
Kronologi bermula ketika unggahan di akun Instagram kai_wala1595, sebuah video yang memperlihatkan seorang penjual pentol bakso tidak sadarkan diri dan mengaku menjadi korban begal menyebar cepat dan memancing berbagai spekulasi. Tidak sedikit warga yang merasa waspada ketika melihat kendaraan mengiringi dari belakang. Tapi kebenaran ternyata tidak seperti dugaan awal.
Peristiwa tersebut sebelumnya diketahui terjadi di jalan Dewata RT 6 Dusun Lokbrajan, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, pada Rabu (06/05/26) pagi. Yang bersangkutan diketahui bernama Bambang, warga Desa Durian Bungkuk yang sehari-hari berjualan bakso keliling. Namun, penyelidikan polisi kemudian justru mengarah pada temuan yang jauh berbeda dari apa yang dibayangkan masyarakat.
Menindaklanjuti keresahan itu, kepada logikaberita.com, Kapolsek Batu Ampar, AKP Munadi, menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan pengecekan setelah menerima laporan masyarakat. Petugas kemudian bergerak menuju Puskesmas setempat untuk melihat kondisi korban serta menunggu kesediaannya memberikan keterangan lebih lanjut.

Namun, saat proses pemeriksaan berlangsung, polisi menemukan sejumlah kejanggalan. Keterangan yang bersangkutan berubah-rubah, sehingga menimbulkan kecurigaan. Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Batu Ampar, Resmob Polres Tanah Laut, serta Kasat Reskrim kemudian turun langsung untuk melakukan identifikasi di lapangan.
Dari hasil pendalaman tersebut, terungkap bahwa pelapor sengaja merekayasa kejadian begal. Motifnya adalah karena pelaku takut dimarahi istrinya setelah menghabiskan uang untuk judi online, sehingga ia membuat cerita palsu seolah menjadi korban pembegalan.
Bambang akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada masyarakat atas informasi yang sempat menimbulkan keresahan.
“Saya mengakui bahwa kejadian pembegalan itu tidak benar dan merupakan rekayasa saya sendiri karena terlilit masalah ekonomi, Saya meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Tanah Laut dan kepada pihak kepolisian atas kegaduhan yang telah terjadi,” ujarnya.
Video klarifikasi meminta maaf dari pedagang pentol bakso keliling. Sumber : Humas Polres Tanah Laut :
Kapolsek Batu Ampar, AKP Munadi menyampaikan bahwa, hingga sekarang polisi belum mengambil tindakan hukum terhadap pelapor. Yang bersangkutan masih menjalani pembinaan, mengingat laporan palsunya telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
Lebih lanjut, Kapolsek mengimbau warga agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah termakan isu menyesatkan. Ia menegaskan bahwa kasus ini telah membuat masyarakat gelisah hingga khawatir ketika melihat orang melintas atau mengiringi dari belakang.
“Padahal bisa saja orang itu berniat melindungi, bukan membegal,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan maupun keresahan di lingkungan masyarakat,” ungkap Kapolres.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan, menjaga kejujuran dalam keluarga demi keharmonisan rumah tangga, serta menjauhi segala bentuk perjudian, termasuk judi online maupun judi slot yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga. (rossi)










