Empat ABK WNA Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun Di Ruang Terbatas Kapal TB Samudra Jaya 1

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETERANGAN FHOTO : Proses evakuasi 4 orang WNA yang meninggal dunia di Kapal TB Samudra Jaya 1 (Sumber Fhoto : Basarnas Banjarmasin)

KETERANGAN FHOTO : Proses evakuasi 4 orang WNA yang meninggal dunia di Kapal TB Samudra Jaya 1 (Sumber Fhoto : Basarnas Banjarmasin)

BARITO KUALA, LOGIKABERITA.COM – Empat orang Anak Buah Kapal (ABK) TB Samudra Jaya 1 dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam ruang terbatas (confined space) kapal di wilayah Sungai Tunjang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim SAR gabungan setelah menerima informasi dari Dit Polair Polda Kalimantan Selatan, Rabu (06/05/26).

Operasi pencarian dan pertolongan dilakukan hingga dini hari dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan instansi terkait. Berdasarkan laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, informasi pertama diterima sekitar pukul 17.20 wita, lokasi kejadian berada di koordinat 3°01’15.7″S 114°45’15.7″E atau sekitar 68,7 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam 35 menit.

Sebelum Tim SAR tiba di lokasi, korban pertama berinisial TRZ (38), warga negara Myanmar, lebih dulu dievakuasi pada pukul 15.00 wita. Namun, upaya tersebut berimbas kepada tiga ABK lainnya, mereka turut mengalami kejadian serupa akibat kondisi ruang tertutup yang minim oksigen dan diduga mengandung gas beracun.

Baca Juga :  Wabup Dorong Peningkatan SDM Anggota Koperasi Primer TKBM Karya Bahari

Tim SAR Gabungan kemudian tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 19.10 wita dan langsung melaksanakan briefing guna menentukan metode evakuasi yang aman dan efektif mengingat kondisi ruang kapal yang sempit serta diduga mengandung gas beracun.

VIDEO OLEH TIM SAR : Proses evakuasi 4 orang WNA yang meninggal dunia :

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana menerangkan bahwa, sekitar pukul 19.30 wita proses evakuasi mulai dilakukan melalui area manhole kapal dengan menggunakan peralatan khusus, termasuk Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan alat pendeteksi gas, serta alat pendukung lainnya.

“Korban kedua berinisial S (27) yang merupakan warga negara India, berhasil dievakuasi pada pukul 20.49 wita. Selanjutnya korban ketiga berinisial ZMH (34) warga negara Myanmar, berhasil dievakuasi pada pukul 21.51 wita, sementara korban terakhir HHA (28), warga negara Myanmar, berhasil dievakuasi pada Kamis (07/05/26) pada pukul 00.20 wita, seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” paparnya.

Baca Juga :  Bang Dhin : Saatnya Kesejahteraan Guru PAUD dan TK Ditingkatkan

Dikatakannya lebih jauh, untuk operasi SAR sendiri melibatkan berbagai unsur gabungan di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Banjarmasin, Dit Polair Polda Kalimantan Selatan, Polair Polres Barito Kuala, Polsek Cerbon, TNI AL Banjarmasin, Karantina serta KSOP Sungai Puting.

Dalam proses evakuasi, tim menghadapi sejumlah kendala terutama kondisi ruang terbatas di dalam kapal dan adanya dugaan paparan gas beracun yang membahayakan keselamatan petugas.

“Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing penutupan operasi pada pukul 00.40 wita, dan selanjutnya seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup,” tegasnya kemudian.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, khususnya pada aktivitas di ruang terbatas kapal yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan gas beracun dan kekurangan oksigen. (rossi)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satreskrim Tampil Perkasa, Taklukkan Gabsie FC 3-1 Dan Juarai Turnamen Minisoccer Hari Bhayangkara Ke-80
PMI Tanah Laut Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Gunung Raja, Pasca Dua Rumah Hangus Dilalap Si Jago Merah
Patroli Malam Polres Tabalong Sisir SPBU Hingga Permukiman, Pastikan Kamtibmas Tetap Aman Dan Kondusif
Pop Balangan Melaju Ke Laga Berikutnya, Tumbangkan Putra Panjin 2-0 Di Uyam Cup 7
Polres Balangan Gelar Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, 244 Warga Terlayani
Lestarikan Budaya Dayak Meratus, Polres Balangan Gelar Lomba Menyumpit Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Balangan Pimpin Aksi Bersih Wisata Sungai Meranting Dan Salurkan Bantuan Sosial
Hari Bhayangkara Ke 80 Kejurnas Time Rally Tabalong Smart 2026,Kapolres Dan Bupati Ikut Meriahkan Wisata Rally
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:40 WITA

Satreskrim Tampil Perkasa, Taklukkan Gabsie FC 3-1 Dan Juarai Turnamen Minisoccer Hari Bhayangkara Ke-80

Senin, 29 Juni 2026 - 23:31 WITA

PMI Tanah Laut Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Gunung Raja, Pasca Dua Rumah Hangus Dilalap Si Jago Merah

Senin, 29 Juni 2026 - 23:25 WITA

Patroli Malam Polres Tabalong Sisir SPBU Hingga Permukiman, Pastikan Kamtibmas Tetap Aman Dan Kondusif

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:35 WITA

Pop Balangan Melaju Ke Laga Berikutnya, Tumbangkan Putra Panjin 2-0 Di Uyam Cup 7

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:20 WITA

Lestarikan Budaya Dayak Meratus, Polres Balangan Gelar Lomba Menyumpit Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru