GAWAT… !!! Ternyata Fenomena “Kaum Luth” Terjadi Juga Di Kotabaru

- Jurnalis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 17:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETERANGAN : Fhoto bersama usai pelaksanaan launching dan bedah buku berjudul

KETERANGAN : Fhoto bersama usai pelaksanaan launching dan bedah buku berjudul "Gerimis Bercerita (Noor Ipansyah, Ratna Kustiah dan Ansyar)

KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Prihatin dan mengagetkan banyak kalangan. Kenapa tidak, baru tahu ternyata tindakan-tindakan Rudapaksa anak, Sodomi dan prilaku penyimpangan seksual lainnya sudah banyak terjadi di Kabupaten Kotabaru. Hal tersebut tentu menjadi perhatian besar.

Hal ini terungkap pada saat acara launching dan bedah buku novel berjudul “Gerimis Bercerita”, karya Ratna Kustiah, yang berlangsung di kampus Politeknik Kotabaru dan dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Politeknik dan Himpunan Mahasiswa Bahasa & Sastra STIKIP Paris Barantai, Sabtu (26/07/25).

Ada 3 narasumber yang menyampaikan tanggapannya terkait dengan bedah yang buku yang diselenggarakan yaitu, Noor Ipansyah SH MH selaku praktisi hukum, kemudian Ansyar, yang merupakan Ilmuan Psikologi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB), dan yang terakhir adalah pewarta senior, Imi Suryaputera.

Ratna Kustiah selaku penulis Novel menyampaikan bahwa  isi novel tersebut menggambarkan fenomena disorientasi seksual dikarenakan trauma Rudapaksa yang dialami dimasa anak-anak yang berpengaruh besar dalam perjalanan hidup yang penuh dengan likaliku. Baik dalam kehidupan “Asmara” maupun dalam kehidupan sosialnya.

Baca Juga :  Luar Biasa, Kiprah Kesehatan Korps Brimob Untuk Masyarakat Pada HUT Polri Ke-79

“Fenomena tersebut di sajikan secara apik dalam bahasa sastra yang sangat bagus dan mudah di fahami,” ungkapnya.

Sementara, Noor Ipansyah dan jurnalis senior Imi Suryaputera menyampaikan, novel yang ditulis sebenarnya menggambaran fenomena faktual yang terjadi di Kabupaten Kotabaru, dan hal itu dibenarkan oleh ilmuwan psikologi dan ditambahkan oleh perwakilan Polres Kotabaru yang turur berhadir.

“Tadi kita dengarkan bersama penjelasan dari Bapak Ansyar, fenomena tindakan seksual menyimpang dan secara datanya ada peningkatan angka yang signifikan dalam setiap tahunnya. Bahkan ironisnya kelompok “Pelangi” sudah ada perkumpulannya di Kotabaru,” tuturnya.

Oleh karena itu, sambungnya lagi, baik dari UPTD PPA maupun unit PPA dari Polres Kotabaru melakukan imbauan agar menjaga keluarganya masing-masing dan hal tersebut menjadi tanggungjawab bersama.

Baca Juga :  Kisah Aksi Penyelamatan di Balik Agustus Kelabu 2025

“Kita sama-sama mengingatkan agar fenomena ini menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Daerah dan juga Aparat Penegak Hukum, untuk bisa bersama-sama pro aktif melakukan tindakan-tindakan persuasif mencegah berkembangnya tindakan-tindakan yang menyimpang dinilai ini, dan akan sangat berdampak buruk panjang bagi korban dan keluarganya, serta juga lingkungan masyarakat umumnya di Kotabaru, dan ini harus menjadi perhatian semua pihak,” jelasnya kemudian.

Dalam kesempatan tersebut juga dikatakan oleh Ansyar, harus diakui Kabupaten Kotabaru sedang memgalami krisis berkenaan dengan penyimpangan prilaku seksual tersebut, dan pihknya telah menangani banyak kasus.

“Kami bersama unsur terkait sangat berharap kehidupan mereka bisa kembali normal, dan sebelum itu juga kami telah melakukan berbagai upaya yang salah satunya adalah sosialisasi. Namun, sesuai data ada peningkatan dari tahun ke tahun yang signifikan sehingga itu menjadi perhatian kita semua,” katanya. (rhm)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!
Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas
Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal
Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian
Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku
Kuasa Hukum : Tidak Pernah Ada Restorative Justice Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Di Tanah Laut
Dari Tanah Laut untuk Dunia, Satu-satunya PMI Kabupaten/Kota di Indonesia Raih Pendanaan Uni Eropa dan Cetak Pelopor Lingkungan Muda
Dari Aksi Ke Verifikasi, Tim Terpadu Pastikan Transparansi Penyaluran Solar Subsidi Nelayan
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WITA

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:57 WITA

Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:17 WITA

Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal

Senin, 13 Juli 2026 - 15:39 WITA

Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:31 WITA

Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Jakarta

Deny Rahmad Jadi Ketua PKB Kotabaru Termuda Se-Kalsel

Rabu, 22 Jul 2026 - 23:43 WITA

Daerah

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!

Sabtu, 18 Jul 2026 - 16:57 WITA