TANAH LAUT, LOGIKABERITA.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Mei diwarnai berbagai kegiatan baik aksi solidaritas dan hal lainnya. Seperti juga yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana hujan deras dan angin kencang yang melanda 3 wilayah kecamatan.
Sekedar di ketahui bersama, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah di beberapa daerah terjadi pada Rabu (29/04/26) kemarin, menyebabkan sejumlah kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum.

Menurut data yang diterima dari Pusdalops BPBD Tanah Laut Kamis (30/04/26), 3 kecamatan yang terdampak yakni Kurau, Bumi Makmur juga Bati-Bati. Cuaca ekstrem itu menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan rumah warga, dari rusak ringan, sedang hingga parah.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tanah Laut beserta beberapa instansi pemerintahan Tanah Laut, di antaranya BPBD, Dinas Sosial, menyalurkan bantuan kepada warga terdampak tepat di hari peringatan Buruh Internasional. Warga penerima bantuan tentu sangat mengapresiasi bantuan logistik yang datang. Bagi warga, bantuan pascabencana tersebut menjadi langkah awal untuk bangkit dari kondisi sulit. Secara perlahan, aktifitas mulai kembali berjalan meskipun sepenuhnya masih memerlukan waktu.
Camat Bumi Makmur, H Imam Era Wahyudi, menyambut baik penyaluran bantuan bagi masyarakatnya yang terdampak bencana tersebut. “Hari ini bantuan kami terima dan langsung diserahkan kepada Kepala Desa di 2 Desa terdampak sebagai langkah awal berupa sembako,” katanya.


Ditambahkannya pula, tak lupa ia memberikan imbauan kepada masyarakat setempat agar tetap waspada dengan adanya cuaca ekstrem, selalu siap siaga dikarenakan cuaca tidak menentu.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Tanah Laut, Ahmad Zahid menuturkan bahwa, adanya kegiatan kemanusiaan bertepatan dengan Hari Buruh Internasional tentu merupakan salah satu upaya perhatian secara nyata kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Bagi kami di PMI, memaknai hari buruh bukan hanya tentang libur kerja. Akan tetapi, tentang semangat pengabdian, karena bencana tidak kenal tanggal merah,” tuturnya penuh semangat.
Menurutnya, saat warga terdampak butuh bantuan di situlah tempat mereka berada, siaga bencana adalah bentuk ikhtiar dalam memuliakan kemanusiaan dan sesuai 7 prinsip dasar PMI.
“Meskipun hari ini tanggal merah, pengabdian kami tidak libur. Hari Buruh itu merupakan hari yang menghargai para pekerja. Nah, pekerjaan kami ya siaga kemanusiaan. Bencana tidak pernah libur, begitu juga dengan PMI,” tutupnya. (rossi)









