BARITO KUALA, LOGIKABERITA.COM – Empat orang Anak Buah Kapal (ABK) TB Samudra Jaya 1 dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam ruang terbatas (confined space) kapal di wilayah Sungai Tunjang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim SAR gabungan setelah menerima informasi dari Dit Polair Polda Kalimantan Selatan, Rabu (06/05/26).
Operasi pencarian dan pertolongan dilakukan hingga dini hari dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan instansi terkait. Berdasarkan laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, informasi pertama diterima sekitar pukul 17.20 wita, lokasi kejadian berada di koordinat 3°01’15.7″S 114°45’15.7″E atau sekitar 68,7 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam 35 menit.
Sebelum Tim SAR tiba di lokasi, korban pertama berinisial TRZ (38), warga negara Myanmar, lebih dulu dievakuasi pada pukul 15.00 wita. Namun, upaya tersebut berimbas kepada tiga ABK lainnya, mereka turut mengalami kejadian serupa akibat kondisi ruang tertutup yang minim oksigen dan diduga mengandung gas beracun.
Tim SAR Gabungan kemudian tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 19.10 wita dan langsung melaksanakan briefing guna menentukan metode evakuasi yang aman dan efektif mengingat kondisi ruang kapal yang sempit serta diduga mengandung gas beracun.
VIDEO OLEH TIM SAR : Proses evakuasi 4 orang WNA yang meninggal dunia :
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana menerangkan bahwa, sekitar pukul 19.30 wita proses evakuasi mulai dilakukan melalui area manhole kapal dengan menggunakan peralatan khusus, termasuk Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan alat pendeteksi gas, serta alat pendukung lainnya.
“Korban kedua berinisial S (27) yang merupakan warga negara India, berhasil dievakuasi pada pukul 20.49 wita. Selanjutnya korban ketiga berinisial ZMH (34) warga negara Myanmar, berhasil dievakuasi pada pukul 21.51 wita, sementara korban terakhir HHA (28), warga negara Myanmar, berhasil dievakuasi pada Kamis (07/05/26) pada pukul 00.20 wita, seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” paparnya.
Dikatakannya lebih jauh, untuk operasi SAR sendiri melibatkan berbagai unsur gabungan di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Banjarmasin, Dit Polair Polda Kalimantan Selatan, Polair Polres Barito Kuala, Polsek Cerbon, TNI AL Banjarmasin, Karantina serta KSOP Sungai Puting.
Dalam proses evakuasi, tim menghadapi sejumlah kendala terutama kondisi ruang terbatas di dalam kapal dan adanya dugaan paparan gas beracun yang membahayakan keselamatan petugas.
“Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing penutupan operasi pada pukul 00.40 wita, dan selanjutnya seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup,” tegasnya kemudian.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, khususnya pada aktivitas di ruang terbatas kapal yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan gas beracun dan kekurangan oksigen. (rossi)










