BALANGAN, LOGIKABERITA.COM – Beberapa waktu lalu, AKBP Dr Yulianor Abdi bersama Vina Yulianor Abdi secara resmi meluncurkan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebuah program inovatif yang dirancang untuk memperkuat dukungan pemenuhan gizi bagi masyarakat Kabupaten Balangan. Kegiatan yang digelar pada 15 Mei 2026 tersebut menjadi tonggak penting bagi Polres Balangan dalam memperluas peran sosialnya di tengah masyarakat.
Peresmian berlangsung hangat dan penuh semangat solidaritas, diikuti oleh jajaran personel Polres Balangan, pengurus Bhayangkari Cabang Balangan, serta berbagai tamu undangan dari unsur pemerintahan daerah, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan luas terhadap upaya Polri dalam memperluas kontribusi di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial.


Dapur SPPG sendiri merupakan fasilitas yang dirancang untuk menyediakan layanan pemenuhan gizi berkualitas bagi kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat yang mengalami kesulitan akses pangan bergizi. Fasilitas ini dilengkapi dengan peralatan dapur yang memadai, standar higienitas yang terjaga, serta tenaga pendukung yang telah mendapatkan pelatihan. Dengan konsep dapur layanan, program ini tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga memberikan edukasi dasar mengenai pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang.
Dalam sambutannya, Kapolres Balangan menegaskan bahwa, kehadiran dapur SPPG merupakan bentuk transformasi Polri dalam menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap gizi bukan hanya terkait kesehatan, tetapi juga masa depan generasi muda yang akan menentukan kemajuan bangsa. Melalui program ini, Polres Balangan ingin memastikan bahwa upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi prioritas bersama.
Sementara itu, Vina Yulianor Abdi selaku Ketua Bhayangkari Cabang Balangan menyampaikan komitmen penuh Bhayangkari dalam mendukung inisiatif sosial yang memberikan dampak nyata. Ia menjelaskan bahwa Bhayangkari akan berperan aktif dalam operasional dapur, termasuk memantau proses pengolahan makanan, memastikan menu yang disiapkan memenuhi standar gizi, serta terlibat dalam kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, dapur SPPG bukan hanya fasilitas fisik, tetapi sebuah gerakan kepedulian yang dibangun atas dasar semangat pengabdian.
“Program ini juga diharapkan menjadi pendorong terbentuknya jejaring kolaborasi antara Polri, Bhayangkari, pemerintah daerah, dan masyarakat luas. Dengan adanya dukungan lintas sektor, Dapur SPPG diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial yang memperkuat ketahanan pangan lokal dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi yang baik,” tuturnya.

Lebih jauh, peresmian ini sekaligus menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam konteks keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam menghadapi persoalan sosial di tengah masyarakat. Melalui Dapur SPPG, Polres Balangan menunjukkan bahwa institusi kepolisian mampu memberikan kontribusi yang langsung dirasakan, terutama dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Dapur SPPG diharapkan dapat berjalan optimal, memberikan manfaat jangka panjang, serta memperkuat hubungan baik antara Polri dan masyarakat Balangan. Program ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat menjadi jembatan penting untuk memperkuat rasa percaya dan kedekatan antara aparat negara dan warga yang dilayani. (Humas Polres/Rossi)










