Saling Lempar Tuduhan Di SPBU Simpung Layung, Kapolres Tabalong Sigap Menindaklanjuti Dugaan Pencampuran Bio Solar

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETERANGAN FOTO : Kapolres Tabalong AKPB Wahyu Ismoyo Jayawardana bergerak cepat tindak lanjuti dugaan pencampuran Bio Solar di SPBU. (Sumber : Humas Polres Tabalong)

KETERANGAN FOTO : Kapolres Tabalong AKPB Wahyu Ismoyo Jayawardana bergerak cepat tindak lanjuti dugaan pencampuran Bio Solar di SPBU. (Sumber : Humas Polres Tabalong)

TABALONG, LOGIKABERITA.COM – Polres Tabalong kembali mengambil langkah tegas dalam memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan. Setelah melaksanakan penertiban di SPBU wilayah tengah dan selatan, pada Jumat (22/5/26) pagi jajaran kepolisian bergerak ke wilayah utara, tepatnya di SPBU Desa Simpung Layung, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong.

Sidak ini dipimpin langsung Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, yang turut didampingi Wakapolres Kompol Hasanudin, Kasat Intelkam AKP Asep Dedi Hermawan, Kasat Reskrim AKP Danang Eko Prasetyo, serta personel terkait lainnya. Agenda tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan berulang dari para sopir truk di wilayah utara yang selama ini merasa kesulitan mendapatkan Bio Solar subsidi.

Dalam pemeriksaan di lapangan, petugas menemukan adanya dugaan pelanggaran serius, Bio Solar subsidi dijual dengan campuran Dexlite. Praktik ini dilakukan saat sopir truk melakukan pengisian bahan bakar. Petugas SPBU berinisial A mengungkapkan bahwa pencampuran tersebut dilakukan karena adanya instruksi dari pengawas SPBU berinisial AR. Namun AR membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, pencampuran dilakukan karena sopir truk sendiri yang meminta layanan tersebut.

Baca Juga :  Mobil Pick Up Terbakar Di SPBU Padang Panjang, Kepolisian Minta Warga Waspadai Sistem Kelistrikan Kendaraan

Penjelasan berbeda muncul ketika petugas mewawancarai salah satu sopir truk berinisial A yang sedang mengisi BBM. Ia menegaskan bahwa pencampuran Bio Solar dengan Dexlite bukan permintaan sopir, melainkan aturan yang diberlakukan oleh pihak SPBU. “Kalau hanya minta Bio Solar murni, tidak dilayani,” ungkapnya. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh beberapa sopir truk lainnya yang berada di sekitar SPBU dan mengaku mengalami perlakuan serupa.

Menyikapi temuan tersebut, pengawas SPBU serta sejumlah sopir langsung dimintai keterangan lebih mendalam guna kepentingan penyelidikan. Petugas menekankan bahwa praktik semacam ini tidak hanya merugikan sopir, yang seharusnya mendapatkan BBM subsidi sesuai kuota dan harga, tetapi juga dapat menimbulkan disparitas harga serta menyalahi aturan pendistribusian BBM bersubsidi.

Baca Juga :  Produktivitas Jagung Meningkat, Petani Kasiau Raya Gelar Panen Kuartal II Sebagai Wujud Komitmen Ketahanan Pangan Nasional

Meski kasus tersebut tengah dalam pendalaman, sebagian sopir mengaku lega dengan adanya penertiban. Salah satunya, sopir berinisial J, mengatakan bahwa ia kini dapat membeli Bio Solar sesuai kebutuhan tanpa campuran Dexlite. “Kami sangat terbantu dengan adanya penertiban ini. Harga jadi lebih terjangkau dan kami tidak dipaksa membeli campuran lagi,” ungkapnya.

Kasi Humas Polres Tabalong, Iptu Heri Siswoyo, turut membenarkan proses penertiban tersebut. Ia menyampaikan bahwa penyidik sedang mengumpulkan data dan keterangan tambahan untuk memastikan apakah praktik pencampuran itu terjadi secara sistematis atau hanya dilakukan oleh oknum tertentu. “Pendalaman tetap dilakukan untuk menindaklanjuti temuan di lapangan,” tegasnya. (Humas Polres/Rossi)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!
Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas
Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal
Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian
Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku
Kuasa Hukum : Tidak Pernah Ada Restorative Justice Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Di Tanah Laut
Dari Tanah Laut untuk Dunia, Satu-satunya PMI Kabupaten/Kota di Indonesia Raih Pendanaan Uni Eropa dan Cetak Pelopor Lingkungan Muda
Dari Aksi Ke Verifikasi, Tim Terpadu Pastikan Transparansi Penyaluran Solar Subsidi Nelayan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WITA

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:57 WITA

Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:17 WITA

Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal

Senin, 13 Juli 2026 - 15:39 WITA

Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:31 WITA

Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru