Menikmati Cendramata Yang Tersembunyi Di Ujung Kalimantan

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 17:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Kabupaten Kotabaru memiliki begitu banyak destinasi, baik alam pegunungan, susur goa, diving, pantai dan masih banyak lagi hal lainnya.

Dari sekian banyak itu, salah satu yang menjadi andalan adalah ekowisata hutan meranti, yang terletak di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulau Laut Utara.

Wisata alam ini menjadi satu-satunya cendramata di ujung tenggara pulau Kalimatan, tepatnya di bumi Saijaan. Menyuguhkan pemandangan indah yang memanjakan mata bagi para wisatawan lokal maupun turis asing.

Bukan sekedar tempat wisata, namun juga menjadi tempat edukasi tentang bagaimana merawat serta memelihara kekayaan ekosistem hayati yang terus dijaga keberlangsungannya.

“Sering menjadi tempat refreshing bagi para wisatawan yang berkunjung. Apalagi ketika weekend, dengan biaya tiket masuknya yang relatif murah yaitu Rp10.000 saja, wisatawan sudah bisa menikmati indahnya pemandangan dari bukit meranti, rindangnya pepohanan meranti yang menjulang tinggi dengan semilir angin sepoi-sepoi, serta melihat beberapa hewan yang dilindungi seperti kelinci , rusa dan burung, tentu menambah ke ekaotisan tempat ini,” tutur Ahmad Kholil selaku koordinator pengelola wiisata hutan meranti, saat di wawancarai oleh logikaberita.com, Selasa (06/10/25).

Baca Juga :  Kegiatan Korps Brimob Polri Di Monas, Peringatan HUT Polri Ke-79

Kholil juga menjelaskan, destinasi tersebut bukan hanya dikunjungi wisatawan lokal, turis dari luar negeri pun datang untuk melihat secara langsung lokasi wisata meranti.

“Untuk jarak tempuhnya sama sekali tidak sulit, dengan menggunakan kendaraan bermotor dari pusat ibukota kabupaten dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang lebih 15 menit saja,” tambahnya.

Sebelumnya, kawasan hutan meranti memiliki area luasan sekitar 300 hektar, namun karena adanya oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan kegiatan pembalakan liar atau illegal loging, sekarang hanya menyisakan sekitar 8 hektar saja, dan telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi objek wisata.

Baca Juga :  Remaja Tewas Di Persawahan Hapalah, Polisi Cepat Lakukan Rekonstruksi Dan Investigasi

Disambungnya lagi, bagi para pelancong yang ingin bermalam menikmati suasana, pengelola juga telah menyediakan penginapan yang tarifnya juga masih terjangkau. Ada pula pendopo yang luas dapat juga dipergunakan untuk acara-acara tertentu seperti seminar, pertemuan dan lain sebagainya.

“Intinya, kawasan ini mampu menjadi salah satu tujuan untuk berwisata bersama keluarga, kita juga dapat langsung berxengkrama bersama satwa didalamnya, dengan konsep alam lestari yang mumpuni tempat ini menyuguhkan petualangan yang bisa memanjakan mata, dan udara sejuk berasal dari pepohonan yang tumbuh menjulang tinggi menjadi kanopi alam untuk di nikmati,” pungkasnya. (dam)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DAD Kotabaru : Kami Bangga Bupati Apresiasi Budaya Dayak
Pustu Padang Panjang Dilalap Api Tengah Malam, Polisi Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa
Waspada Hoax “Teror Pocong Bersajam”, Polres Tabalong Pastikan Informasi Tidak Benar
Produktivitas Jagung Meningkat, Petani Kasiau Raya Gelar Panen Kuartal II Sebagai Wujud Komitmen Ketahanan Pangan Nasional
Masyarakat Diimbau Waspada, UDD PMI Tanah Laut Tegas Berantas Pungli Darah
Pasca Unjuk Rasa Solar Subsidi Nelayan, Pemkab Tanah Laut Klarifikasi Hasil Evaluasi Penyaluran BBM di Kuala Tambangan
Dipenghujung Masa Jabatan Kepemimpinan H Syahrian Nurdin, PMI Tanah Laut Wujudkan Warisan Kemanusiaan
Wujud Kepedulian Sosial, Minamas Plantation Distribusikan 34 Sapi Qurban Di Wilayah Operasional
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:35 WITA

Ketua DAD Kotabaru : Kami Bangga Bupati Apresiasi Budaya Dayak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:55 WITA

Pustu Padang Panjang Dilalap Api Tengah Malam, Polisi Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:12 WITA

Waspada Hoax “Teror Pocong Bersajam”, Polres Tabalong Pastikan Informasi Tidak Benar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:00 WITA

Produktivitas Jagung Meningkat, Petani Kasiau Raya Gelar Panen Kuartal II Sebagai Wujud Komitmen Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:42 WITA

Masyarakat Diimbau Waspada, UDD PMI Tanah Laut Tegas Berantas Pungli Darah

Berita Terbaru