KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Tanggal 10 Muharram kalender hijriyah menjadi momentum sejarah bagi umat Islam, ada beberapa peristiwa penting didalamnya. Selain menjadi history juga menjadikan kita ingat akan peristiwa-peristiwa penting tersebut.
Salah satu dari beberapa kisah peringatan 10 Muharram adalah kisah wafatnya cucu Nabi Muhammad yaitu Syaidina Husein, dan hal tersebut menjadi sejarah Islam akan perjuangan membela agama Allah.
Seperti halnya di Kabupaten Kotabaru, hampir setiap daerah melaksanakan pembuatan bubur Asyura yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat. Dalam peringatan Asyura ini, bukan hanya mengingat sejarah penting, namun juga menjadi salah satu ladang ibadah untuk saling berbagi kepada sesama.
Nah, untuk proses pembuatan bubur Asyura sendiri terdiri dari puluhan bahan, seperti sayuran, jagung, ayam, daging dan lain sebagainya. Bahkan, biasanya dalam sekali pembuatannya menggunakan kawah besar.
Seperti yang terlihat di beberapa desa di Kabupaten Kotabaru, Desa Sigam, Langkang, Berangas, Baharu Utara dan masih banyak desa lainnya.
Pembuatannya pun dilakukan dengan kekeluargaan, keakraban antar satu warga dan lainnya dan itu menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat sekitar.
“Ini sudah menjadi kebiasaan kami setiap tahun dalam memperingati 10 Muharram,” ujar Kepala Desa Baharu Utara, Zamzani kepada logikaberita.com, Minggu (06/07/25).
Dikatakannya lebih jauh oleh Paman Zazam, sapaan akrabnya bahwa, dalam peringatan nya warganya melaksanakan pembacaan doa bersama, selain makan bubur Asyura dengan masyarakat lainnya.
“Alhamdulillah, ini adalah berkah dan nikmat dari Allah untuk seluruh masyarakat, kami juga dalam peringatan ini berkesempatan memberikan santunan kepada anak yatim,” jelasnya kemudian.
Ia berharap, dalam momentum penting 10 Muharram tersebut selain menjadi tradisi untuk membuat bubur Asyura, juga dapat mengingat peristiwa penting didalamnya.
“Dalam membuat bubur Asyura itu tidak sembarang juga. Bahannya dipilih yang terbaik, saat pembuatannya pun memerlukan kerjasama, kekompakan dan dengan kekeluargaan. Saya sangat bersyukur ditahun ini, kami seluruh warga Baharu Utara juga memperingati 10 Muharram dengan saling berbagi kepada masyarakat,” pungkasnya. (rhm).









