Antisipasi Kemarau 2026, Bang Dhin Minta Pemprov Siapkan Mitigasi

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARMASIN, LOGIKABERITA.COM – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, HM Syaripuddin mengingatkan Pemerintah Daerah agar tidak terlambat mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan dapat memicu kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan, hingga gangguan produksi pertanian.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah mitigasi sejak dini agar dampak kemarau tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Baca Juga :  RS Bhayangkara Brimob Turut Serta Operasi Patuh 2025

“Antisipasi harus dilakukan dari sekarang. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah masyarakat mengalami kesulitan air bersih atau kebakaran lahan mulai meluas,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini, yang akrab di sapa Bang Dhin, Jum’at (6/3/26).

Dikatakannya lebih jauh, Pemerintah daerah dapat memetakan wilayah rawan kekeringan dan karhutla di seluruh Kabupaten/Kota. Pemetaan tersebut penting sebagai dasar penyusunan kebijakan dan langkah mitigasi yang lebih terarah baik dengan kesiapan infrastruktur dan distribusi air bersih bagi masyarakat.

Baca Juga :  Oknum Pungli Mengatasnamakan PMI Resahkan Warga Tanah Laut, Masyarakat Diminta Waspada Modus Penipuan Darah

“Kemarau bukan hanya soal cuaca, tetapi juga menyangkut ketahanan air, ketahanan pangan, dan perlindungan masyarakat. Karena itu langkah antisipatif harus lebih cepat sebelum dampak kemarau dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Langkah kebijakan dengan peningkatan kewasapaan sejak dini dapat dilakukan dengan koordinasi lintas sektoral dan inventarisasi kebutuhan teknis di lapangan. (rhm)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!
Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas
Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal
Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian
Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku
Kuasa Hukum : Tidak Pernah Ada Restorative Justice Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Di Tanah Laut
Dari Tanah Laut untuk Dunia, Satu-satunya PMI Kabupaten/Kota di Indonesia Raih Pendanaan Uni Eropa dan Cetak Pelopor Lingkungan Muda
Dari Aksi Ke Verifikasi, Tim Terpadu Pastikan Transparansi Penyaluran Solar Subsidi Nelayan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WITA

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:57 WITA

Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:17 WITA

Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal

Senin, 13 Juli 2026 - 15:39 WITA

Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:31 WITA

Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru