Belajar Secara Otodidak, Kini Hasil Karyanya “Gagang dan Kumpang” Mendapat Apresiasi

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 12:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTABARU, LOGIKABERITA.COM – Ramadhani, salah seorang pengrajin sarung dan pegangan pisau (kumpang dan hulu, dalam bahasa khas Banjar) dari Desa Gunung Sari, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru kini banjir pesanan.

Padahal ia sendiri belajar secara otodidak khususnya membuat ukiran di pegangan dan kumpang pisau dengan berbagai jenis tergantung dari pesanan. Sementara untuk keahlian membuat sarung pisau sendiri, ia dapatkan dari sang ayah, karena merupakan pengrajin serupa.

Ketika ditemui logikaberita.com di pondok sederhana tepat berada di belakang rumahnya, Ramadhani menjelaskan, ia bersyukur hasil karyanya telah banyak mendapat apresiasi, untuk pemesan sendiri kebanyakan dari warga lokal, namun ada pula pembeli dari luar pulau Kalimantan seperti daerah Jawa Timur. Bahkan, pernah juga ada pemesan datang dari negeri ziran Malaysia.

“Alhamdulillah, tentu saya sangat bersyukur produk buatan tangan yang saya kerjakan ternyata mendapat pasar dan itu pastinya mendatangkan nilai ekonomis,” ujarnya, Selasa (06/10/25).

Baca Juga :  Zamzanie : Jangan Jadikan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Hanya Sebatas Kegiatan Ceremonial

Dikatakannya lebih jauh, untuk proses pembuatannya tergantung dari jenis kayu, kadang 1 hari bisa membuat 4 sarung pisau, terkadang juga sampai 1 bulan baru rampung.

“Proses lama pengerjaan tergantung pesanan, jenis kayunya dan tingkat kesulitan dalam membuat ukiran diatas kayu tersebut,” tambahnya.

Satu halnya adalah, sambungnya lagi, ada keuntungan ketika memasarkan produk melalui media sosial, misalkan Facebook, Youtube dan sebagainya, dan itu terbukti pesanan yang datang justru dari hal-hal tersebut, selain mereka yang datang langsung.

“Medsos itu baik, tergantung dari kita mau menggunakannya untuk apa, kalo saya pribadi memang khusus memasarkan produk saja sehingga dari situ orang banyak yang melihatnya,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu warga yang memesan pegangan pisau, Adam Febrian mengaku apresiasi atas hasil karya yang dikerjakan, karena menurutnya tidak gampang menggeluti usaha itu, harus punya skill dan kemampuan khusus, apalagi untuk membuat ukirannya.

Baca Juga :  RS Bhayangkara Brimob Turut Serta Operasi Patuh 2025

“Kebetulan saya memesan gagang pisau, saya sendiri tergabung dalam satu komunitas pelestari benda pusaka banua,” katanya.

Tujuannya jelas, sebagai ajang untuk saling bertukar informasi sejarah tentang benda pusaka yang ada di tanah Banjar. Bukan untuk pamer apalagi sampai menyalahgunakannya, tentu hal itu dilarang dan sangat tidak dianjurkan.

“Harus kita akui, di Kabupaten Kotabaru sangat jarang dijumpai pengrajin seperti ini, harapan kita semoga terus berkembang dan generasi muda juga di ingatkan jangan sampai lupa akan budaya sendiri, karena pisau atau wasi merupakan salah satu warisan budaya secara turun temurun yang di wariskan kepada kita. Jaga dan lestarikan budaya kita sendiri,” tutupnya. (dam)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!
Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas
Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal
Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian
Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku
Kuasa Hukum : Tidak Pernah Ada Restorative Justice Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Di Tanah Laut
Dari Tanah Laut untuk Dunia, Satu-satunya PMI Kabupaten/Kota di Indonesia Raih Pendanaan Uni Eropa dan Cetak Pelopor Lingkungan Muda
Dari Aksi Ke Verifikasi, Tim Terpadu Pastikan Transparansi Penyaluran Solar Subsidi Nelayan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WITA

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:57 WITA

Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:17 WITA

Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal

Senin, 13 Juli 2026 - 15:39 WITA

Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:31 WITA

Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru