Keluhan Sopir Truk Memuncak, Kapolres Tabalong Gerak Cepat Datangi SPBU

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETERANGAN FOTO : Tanggapi keluhan para sopir, Kapolres dan jajarannya bergerak cepat mendatangi SPBU. (Sumber : Humas Polres Tabalong)

KETERANGAN FOTO : Tanggapi keluhan para sopir, Kapolres dan jajarannya bergerak cepat mendatangi SPBU. (Sumber : Humas Polres Tabalong)

TABALONG, LOGIKABERITA.COM — Menindaklanjuti keluhan para sopir truk terkait antrean panjang dan dugaan permasalahan distribusi BBM subsidi jenis solar, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., bersama Wakapolres Tabalong Kompol H. Hasanudin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Tabalong, Kamis (21/5/26) pagi.

Kegiatan tersebut dilakukan setelah Polres Tabalong menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 mengenai panjangnya antrean kendaraan di SPBU Maburai yang didominasi truk pengangkut barang.

Saat tiba di lokasi, Kapolres mendapati adanya perselisihan antara sejumlah sopir truk dengan pihak pengawas SPBU terkait pengisian BBM solar. Situasi tersebut kemudian langsung ditangani guna mencegah terjadinya keributan yang lebih besar.

Dari hasil dialog dilapangan, salah seorang sopir truk berinisial D mengaku pernah mendapatkan pengisian solar dengan harga melebihi ketentuan normal dan BBM tersebut diduga dicampur dengan dexlite. Keterangan tersebut juga dibenarkan oleh beberapa sopir lain yang berada di lokasi dan disebut telah berlangsung cukup lama.

Baca Juga :  Geger Di Pengaron, Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Petani Wanita Yang Tewas Di Sawah

Sementara itu, pengawas SPBU Maburai berinisial M menjelaskan, antrean panjang terjadi karena banyak sopir truk tidak dapat menunjukkan barcode pembelian BBM subsidi dengan alasan barcode terblokir. Kondisi tersebut membuat pihak SPBU tidak dapat melayani pengisian sesuai permintaan para sopir.

Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman berkepanjangan, pihak sopir maupun pengawas SPBU kemudian diminta memberikan keterangan lebih lanjut di Mapolres Tabalong.

Setelah dilakukan mediasi dan pemberian imbauan, aktivitas pengisian BBM di SPBU Maburai kembali berjalan normal. Pengisian solar dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan para sopir dapat mengantre dengan lebih tertib.

Usai melakukan pengecekan di SPBU Maburai, Kapolres Tabalong melanjutkan monitoring ke SPBU Kasiau. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres menegaskan kepada pihak pengelola agar penyaluran solar subsidi dilakukan sesuai aturan dan tidak melakukan praktik pencampuran BBM dengan jenis lain seperti dexlite.

Baca Juga :  LUAR BIASA !!! Tebar Kebahagiaan, BRI Kotabaru Salurkan Bingkisan Ramadhan Dan THR Untuk Anak Yatim

Kapolres Tabalong menyampaikan melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo bahwa, pihaknya akan melakukan pendalaman terkait laporan masyarakat maupun dugaan pelanggaran dalam distribusi BBM subsidi.

“Kami akan menindaklanjuti seluruh keluhan dan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti antrean panjang serta dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi. Jika ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Selain itu, Polres Tabalong juga mengimbau seluruh pengelola SPBU maupun masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta mematuhi aturan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Sebagai langkah antisipasi, Kapolres Tabalong turut memerintahkan personel jajaran untuk meningkatkan pengawasan dan monitoring di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Tabalong guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan,” tutupnya. (Humas Polres/Rossi)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!
Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas
Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal
Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian
Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku
Kuasa Hukum : Tidak Pernah Ada Restorative Justice Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Di Tanah Laut
Dari Tanah Laut untuk Dunia, Satu-satunya PMI Kabupaten/Kota di Indonesia Raih Pendanaan Uni Eropa dan Cetak Pelopor Lingkungan Muda
Dari Aksi Ke Verifikasi, Tim Terpadu Pastikan Transparansi Penyaluran Solar Subsidi Nelayan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57 WITA

Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:57 WITA

Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:17 WITA

Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal

Senin, 13 Juli 2026 - 15:39 WITA

Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:31 WITA

Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru