Pasca Unjuk Rasa Solar Subsidi Nelayan, Pemkab Tanah Laut Klarifikasi Hasil Evaluasi Penyaluran BBM di Kuala Tambangan

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETERANGAN FOTO : Pemkab Tanah Laut gelar rapat bersama  nelayan  bahas soal evaluasi penyaluran BBM di Kuala Tambangan. (Sumber : DKPP Tanah Laut)

KETERANGAN FOTO : Pemkab Tanah Laut gelar rapat bersama nelayan bahas soal evaluasi penyaluran BBM di Kuala Tambangan. (Sumber : DKPP Tanah Laut)

TANAH LAUT, LOGIKABERITA.COM — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) kembali menggelar rapat koordinasi sebagai tindak lanjut atas klarifikasi dan pencermatan sebelumnya, menyusul unjuk rasa nelayan terkait penyaluran solar subsidi di Desa Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Swasembada DKPP dan dipimpin oleh Kepala DKPP Tanah Laut, Jumat (29/05/26).

Pertemuan yang juga dihadiri Tim Terpadu Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, Ketua Komisi II DPRD Tanah Laut, PT Pertamina Patra Niaga, Kasat Reskrim, pengelola SPBUN 68.708.003 PT Sarana Dua Bersama Mandiri, unsur Forkopimcam Takisung, Pemerintah Desa Kuala Tambangan, Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang, HSNI, serta pihak terkait lainnya.

Baca Juga :  Direktur RSUD H Boejasin Perkuat Layanan HIV/AIDS, Tekan Stigma Dan Dorong Deteksi Dini

Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari proses klarifikasi, verifikasi, dan pencermatan lapangan yang dilaksanakan pada 23–26 Mei 2026. Tim menelusuri mekanisme penyaluran solar bersubsidi, penggunaan barcode, pencatatan logbook, serta kesesuaian realisasi pengisian BBM oleh nelayan dengan rekomendasi dari DKPP.

Dalam rapat terungkap adanya sejumlah ketidaksesuaian data, mulai dari administrasi, logbook, laporan penyaluran, hingga realisasi BBM yang diterima sebagian nelayan. Selain itu, ditemukan praktik penitipan barcode kepada admin SPBUN, yang dinilai perlu diawasi lebih ketat untuk menjaga transparansi penyaluran subsidi.

Kepala DKPP Kabupaten Tanah Laut, Muhammad Kusri, menekankan bahwa temuan tersebut merupakan hasil evaluasi administratif berdasarkan data lapangan. Tim Terpadu tidak memiliki kewenangan melakukan penyelidikan hukum, namun bertugas memberikan rekomendasi untuk ditindaklanjuti sesuai porsi kewenangan tiap instansi.

Baca Juga :  Pop Balangan Melaju Ke Laga Berikutnya, Tumbangkan Putra Panjin 2-0 Di Uyam Cup 7

Pihak PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan akan melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap mekanisme penyaluran di SPBUN terkait, sementara pengelola SPBUN menyatakan siap mengikuti ketentuan dan perbaikan sistem sesuai hasil evaluasi.

Rapat menghasilkan sejumlah langkah tindak lanjut, di antaranya peningkatan pengawasan barcode, perbaikan pencatatan logbook berdasarkan realisasi pengisian, sinkronisasi data antar instansi, serta monitoring dan evaluasi berkala.

Pemkab Tanah Laut menegaskan komitmennya untuk memastikan solar subsidi tersalurkan tepat sasaran, transparan, tertib administrasi, dan benar-benar memberikan manfaat bagi nelayan penerima subsidi. (DKPP Tanah Laut/Rossi)

Follow WhatsApp Channel logikaberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Dugaan Asusila Oknum Pejabat Di Tanah Laut Direka Ulang, Korban Peragakan Kronologi Di Hadapan Penyidik
Ayooo… Berkegiatan Di Masjid Jami Baitul Abrar !!!
Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas
Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal
Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian
Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku
Tekanan Darah 120/80 Bukan Lagi Alasan Untuk Tenang, Dokter Saraf Ingatkan Bahaya Prehipertensi Dan Konsumsi Alkohol
Kuasa Hukum : Tidak Pernah Ada Restorative Justice Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Di Tanah Laut
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:43 WITA

Jejak Dugaan Asusila Oknum Pejabat Di Tanah Laut Direka Ulang, Korban Peragakan Kronologi Di Hadapan Penyidik

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:57 WITA

Bayi Temuan Di Bawah Kolong Jembatan Belum Dapat Diadopsi, Pencarian Orang Tua Kandung Jadi Prioritas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:17 WITA

Buaya Menerkam Remaja Di Tanah Bumbu, Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Dalam Kondisi Meninggal

Senin, 13 Juli 2026 - 15:39 WITA

Kasus Dugaan Asusila Di Instansi Vertikal Tala Terus Bergulir, SP2HP Terbit Dari Kepolisian

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:31 WITA

Tangis dari Bawah Jembatan Besi Angsau!! Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Jakarta

Deny Rahmad Jadi Ketua PKB Kotabaru Termuda Se-Kalsel

Rabu, 22 Jul 2026 - 23:43 WITA