TABALONG, LOGIKABERITA.COM – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Tabalong. Tiga unit rumah warga di Desa Sungai Buluh RT 05, Kecamatan Kelua, dilalap si jago merah pada Senin (22/6/26) pagi. Dalam peristiwa tersebut, satu rumah hangus terbakar, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan cukup berat dengan total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 wita dan sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada di lokasi berdekatan.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Rahmatullah (44), seorang warga yang saat itu berada di depan rumah milik Hipni Riadi. Ia melihat asap disertai kobaran api muncul dari bagian dapur belakang rumah tersebut. Menyadari bahaya yang mengancam, Rahmatullah segera memberitahukan warga sekitar dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Dalam waktu singkat, warga berdatangan untuk membantu menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi. Namun, karena material bangunan yang mudah terbakar serta jarak antarrumah yang berdekatan, api terus membesar dan menjalar ke rumah di sampingnya.
Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas pemadam bersama relawan dan masyarakat setempat berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lainnya.
Setelah lebih dari satu jam melakukan upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 11.15 wita.
Akibat kejadian tersebut, rumah milik Hipni Riadi mengalami kerusakan paling parah hingga hangus terbakar 100 persen. Sementara rumah milik Ariyanto mengalami kerusakan sekitar 75 persen, dan rumah milik Nurul Epatil Hasanah mengalami kerusakan sekitar 35 persen.
Mendapat laporan adanya kebakaran, personel Polres Tabalong dan Polsek Kelua yang dipimpin Kapolsek Kelua Iptu Djanan Kurniawan segera mendatangi lokasi kejadian. Selain membantu pengamanan area, petugas juga melakukan serangkaian langkah penyelidikan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Heri Siswoyo, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pendataan sementara, total kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp325 juta.
Rincian kerugian meliputi rumah milik Hipni Riadi sebesar Rp150 juta, rumah milik Ariyanto sekitar Rp100 juta, dan rumah milik Nurul Epatil Hasanah sebesar Rp75 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar dan menghanguskan bangunan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Petugas masih mengumpulkan informasi dan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui sumber awal munculnya api.
Polres Tabalong mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik, kompor, maupun peralatan elektronik yang berisiko menimbulkan korsleting atau percikan api.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja dan menimbulkan kerugian besar dalam waktu singkat. Karena itu, kesadaran dan langkah pencegahan sejak dini menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko terjadinya musibah serupa di kemudian hari. (Humas Polres Tabalong/Rossi)









